Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan sebanyak 44.200 anak dari keluarga miskin dan terlantar kini telah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Saya sendiri sangat kaget, dibanding enam bulan yang lalu, sekarang anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi segar, motivasinya tinggi, sudah tidak traumatik dalam hidupnya," ujar Menko Muhaimin Iskandar dalam acara "Puncak Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026" di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan bahwa sebelum masuk Sekolah Rakyat, sebagian anak menghadapi berbagai persoalan sosial dan pengalaman hidup yang berat.

Kini, mereka memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, dan membangun harapan baru bagi masa depan.

Meski demikian, Muhaimin Iskandar menegaskan masih diperlukan pendekatan khusus bagi anak-anak yang memiliki pengalaman dan latar belakang sosial yang kompleks.

Pendampingan, kata dia, perlu terus diperkuat agar perkembangan anak tidak hanya terlihat selama bersekolah, tetapi juga menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Tak hanya menyiapkan masa depan anak, menurut dia, program Sekolah Rakyat juga dibarengi dengan pemberdayaan orang tua agar keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik dan mampu keluar dari kemiskinan.

Pemberdayaan orang tua diarahkan melalui program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi).

Melalui program ini, orang tua siswa dibekali pendidikan dan kemampuan baru agar dapat meningkatkan produktivitas serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.

"Anaknya belajar, orang tuanya memiliki kemampuan baru, dan insya Allah tahun ini kita akan berhasil, anaknya bersekolah dengan masa depan yang cerah dan orang tuanya mandiri menjadi orang yang produktif," kata Muhaimin Iskandar.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan perlindungan sosial dengan pemberdayaan.

Keluarga miskin tetap memperoleh perlindungan sesuai kebutuhan, sekaligus didorong agar memiliki keterampilan, peluang usaha, dan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Muhaimin Iskandar menyebut saat ini sebanyak 28,8 juta keluarga miskin terus memperoleh bantuan dan perlindungan sosial melalui kerja Kementerian Sosial bersama kementerian/lembaga terkait.

Dukungan tersebut perlu diikuti upaya pemberdayaan agar keluarga secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak terus bergantung pada bantuan.

Baca juga: Kemenko PM gelar Mandaya Awards beri penghargaan pejuang pemberdayaan

Baca juga: Menko Pemberdayaan Masyarakat ajak santri berperan membangun bangsa

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Anita Permata Dewi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira