Jakarta (ANTARA) - Para peserta mengapresiasi pelaksanaan Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang berlangsung sejak Kamis (22/10), karena memberikan banyak inspirasi positif untuk dikembangkan di daerah asal.

Salah satu peserta, Muhammad Iqbal, yang berasal dari Kalimantan Selatan menyebut, selain mendapatkan pemahaman tentang karakter patriotik, empati terhadap kondisi bangsa dan negara, serta tantangan pemuda ke depannya, dia dan rekan-rekannya juga bisa belajar tentang kegiatan positif dan berdampak bagi banyak orang.

"Pengalaman berkesan saya salah satunya saat mengunjungi Kampung Pramuka Cemara, Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), karena peserta mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, mulai dari bank sampah hingga pemanfaatan sampah organik," kata Iqbal seusai mengikuti kegiatan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin.

Dia melanjutkan, di tempat tersebut masyarakat mengumpulkan sampah melalui bank sampah. Selain itu, ada BKB Greens PAUD yang pembayarannya tidak menggunakan uang, melainkan sampah organik.

Baca juga: Desain besar kepemudaan jawab tantangan masa depan Indonesia

Baca juga: Wirasena Youth Camp perkuat sinergi program dan peluang karier pemuda

Iqbal yakin aktivitas itu bisa dibawa ke daerah asalnya, sehingga sampah bisa diberdayakan untuk mendukung peningkatan pendidikan.

Dia pun menilai model tersebut dapat pula diterapkan di wilayah lain dan akan menjadi perantara untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pandangan serupa disampaikan Devira, asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia tertarik mempelajari tabungan sampah yang memungkinkan anak-anak PAUD membayar biaya sekolah melalui sampah yang dikumpulkan.

"Membuat saya ingin mempelajari dan mencoba menerapkannya di daerah Sumbawa, NTB," ujar Devira.

Selain Kampung Pramuka Cemara, tur edukasi Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 juga mengajak peserta mengunjungi Monumen Nasional (Monas) dan kawasan Kota Tua.

Rangkaian kegiatan tersebut memberi kesempatan untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa, perkembangan Jakarta, serta inisiatif warga mengelola lingkungan.

Kemenpora menyelenggarakan WYC 2026 sejak Kamis (22/10). Melalui pembelajaran dan kunjungan lapangan, kegiatan itu mempertemukan pemuda dari berbagai daerah untuk bertukar pengalaman, serta menggali praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Pengalaman tersebut diharapkan mendorong peserta meneruskan gagasan setelah kembali ke daerah, terutama dalam penguatan karakter, pemberdayaan sampah, dan dukungan terhadap pendidikan anak usia dini.

Baca juga: Kemenpora serap aspirasi pemuda untuk persiapan RUU Kepemudaan

Baca juga: Kemenpora tekankan pentingnya karakter patriotik bagi pemuda

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright ยฉ ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA ยท Donny Aditra

At a glance

Topic
World
Country
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ID
Publisher language
ID
Added to Allnira