Jakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi untuk mengedepankan semangat kolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Ketua Umum DPP Pertuni, Setiawan Gema Budi di Jakarta, Rabu, menegaskan bahwa lembaganya siap terus menjadi mitra strategis pemerintah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8/ 2016 guna mengawal berbagai program kesejahteraan sosial.
"Kami berterima kasih dengan kementerian/lembaga yang sudah hadir. Karena Pertuni mitra strategis pemerintah sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016. Sehingga mari kita berkolaborasi, bukan berkompetisi sesama disabilitas tapi berkolaborasi memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas," kata dia, dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Pertuni 2026 itu.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi atas konsistensi dukungan Kementerian Sosial yang telah mendampingi organisasinya sejak 2024, tidak hanya dalam kegiatan kelembagaan tetapi juga melalui program pemberdayaan ekonomi yang nyata.
Dukungan itu kian dipertegas pemerintah melalui Kementerian Sosial atas penerbitan Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) bagi 14 juta warga penyandang disabilitas sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31/ 2026 mengenai pemberian konsesi bagi penyandang disabilitas.
"Kemensos terus membantu untuk meningkatkan pengembangan pemberdayaan," tambahnya.
Sinergi dan perhatian terhadap kelompok disabilitas ini menjadi krusial mengingat data Kementerian Sosial melalui DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) per 17 September 2026 mencatat sebanyak 14,85 juta data penyandang disabilitas, dengan 4,23 juta di antaranya berada pada desil 1- 2.
Sementara itu, Data Nasional Penyandang Disabilitas (DNPD) tahap ketiga memuat hampir 4,94 juta data, termasuk 1,28 juta penyandang disabilitas sensorik netra, di mana sekitar 354 ribu di antaranya berada pada desil 1 dan 2.
Di sisi lain, negara melalui Kemensos terus memperluas jangkauan perlindungan sosial lewat program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang telah mencatat 19.802 penerima manfaat penyandang disabilitas.
Bantuan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan hidup layak kepada 12.738 penerima, dukungan aksesibilitas bagi 3.272 penerima, serta pelatihan vokasional dan kewirausahaan yang telah menjangkau 1.399 penerima manfaat.
Baca juga: Kemensos percepat pendataan akses Kartu Penyandang Disabilitas
Baca juga: Penyandang tunanetra tampilkan Arja Negak di PKB 2026
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M. Riezko Bima Elko Prasetyo
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira