Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak menguat 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp18.123 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.137 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan penguatan kurs rupiah dipengaruhi penilaian investor terkait pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) Oktober 2026 yang menunjukkan sinyal lebih dovish.
"Fed tidak memberikan sinyal yang jelas mengenai potensi kenaikan suku bunga pada Desember 2026, sehingga investor menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Dalam FOMC, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 3,75-4,00 persen, sesuai dengan ekspektasi konsensus.
Di samping itu, The Fed tidak memberikan indikasi yang jelas mengenai kemungkinan kenaikan kembali suku bunga kebijakan pada Desember 2026, dengan menekankan bahwa keputusan kebijakan ke depan akan bergantung pada perkembangan data dan diarahkan untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen.
Sentimen lainnya berasal dari rilis indikator inflasi yang menjadi acuan utama Fed, yaitu PCE Price Index dan Core PCE Price Index, masing-masing meningkat menjadi 3,6 persen year on year (yoy) dan 3,1 persen yoy pada September 2026, sejalan dengan ekspektasi konsensus.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III 2026 meningkat menjadi 3,4 persen quarter over quarter (qoq) dari 2,2 persen qoq pada kuartal sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen qoq.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp18.075-Rp18.200 per dolar AS.
Baca juga: IHSG Jumat melemah dibayangi sentimen domestik dan rupiah
Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi menguat jadi Rp18.123 per dolar AS
Baca juga: Kadin: Fundamental ekonomi RI masih kuat di tengah tekanan rupiah
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M Baqir Idrus Alatas
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira