Jakarta (ANTARA) - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia pada 2026 membutuhkan pengerahan berbagai sumber daya, termasuk kekuatan udara TNI AU.

Kebakaran yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan sejak Mei 2026 terus berlanjut dan juga melanda Sumatera dalam beberapa bulan berikutnya. Enam wilayah yang mengalami karhutla cukup parah adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau.

Berbagai instansi pemerintah, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah, turut dikerahkan untuk menangani karhutla. Kementerian Kesehatan juga bergerak menangani masyarakat yang terdampak asap.

Namun, luasnya wilayah terdampak dan kondisi cuaca yang menyulitkan pemadaman membuat penanganan membutuhkan dukungan lebih besar serta koordinasi lintas instansi.

Baca juga: Paradoks energi hijau di tanah yang terbakar

Perintah presiden

Meningkatnya kejadian karhutla mendorong Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri untuk membahas langkah penanganan.

Pada 19 Oktober, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan Presiden meminta dirinya berkoordinasi dengan TNI untuk mengerahkan armada pesawat angkut dalam mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC), salah satunya dengan memakai dry ice yang disebar dari pesawat CASA dan Hercules.

Dudung juga meminta seluruh unsur pemerintah memperkuat kolaborasi agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif. Menindaklanjuti arahan tersebut, TNI AU mengerahkan armada pesawat angkut dan helikopter untuk mendukung operasi di sejumlah wilayah terdampak.

Pengerahan armada udara

TNI AU mengerahkan 11 pesawat angkut dan lima helikopter untuk mendukung penanganan karhutla. Pesawat angkut digunakan untuk mendukung distribusi logistik dan pelaksanaan OMC, sedangkan helikopter dikerahkan untuk memadamkan titik api melalui operasi pengeboman air (water bombing).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan 11 pesawat angkut tersebut mendukung operasi di wilayah yang mengalami karhutla cukup parah, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Walda Marison

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira