Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 November 2026, untuk melanjutkan pemadaman dan mencegah kebakaran meluas, menyusul luas lahan terdampak yang mencapai sekitar 28.000 hektare.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ronny Eka Saputera di Banjarmasin, Selasa, mengatakan perpanjangan status tersebut diputuskan berdasarkan arahan gubernur bersama pihak terkait dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dari jadwal semula yang berakhir pada 31 Oktober 2026.
Baca juga: Tujuh kabupaten/kota di Kalsel tetapkan status siaga darurat karhutla
Ia menjelaskan pemerintah tetap memberlakukan status siaga darurat dan belum meningkatkan menjadi tanggap darurat, dengan harapan penanganan karhutla dapat dituntaskan sebelum masa perpanjangan berakhir pada 30 November mendatang.
“Kebijakan tersebut mempertimbangkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan secara normal baru mulai turun pada pekan ketiga November, sehingga upaya pemadaman dan pembasahan lahan masih perlu dilanjutkan,” ujarnya.
Dia menyebutkan karhutla di Kalimantan Selatan tercatat sekitar 5.000 kejadian dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 28.000 hektare, sementara Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni diperkirakan sekitar 8.000 hektare.
Ia menegaskan meski titik api aktif terpantau menurun signifikan setelah hujan turun di sejumlah wilayah dan operasi modifikasi cuaca dilakukan, upaya pemadaman serta pembasahan lahan tetap berlangsung untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api kembali meluas.
Baca juga: Pemprov Kalsel tetapkan status siaga kabut asap akibat karhutla
Baca juga: Kalsel siaga darurat kabut asap dan karhutla
Selain menangani karhutla, BPBD Kalsel mulai memetakan potensi banjir menjelang musim hujan dan mengingatkan pemerintah kabupaten/kota agar meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi ancaman bencana di wilayah masing-masing.
Pemprov Kalsel berharap perpanjangan status siaga darurat memberi waktu bagi seluruh pihak untuk menuntaskan penanganan karhutla sebelum 30 November, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi potensi banjir saat musim hujan mulai berlangsung.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Tumpal Andani Aritonang
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira