Semarang, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melatih bendahara koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) untuk memperkuat kesiapan agar saat operasional bisa berjalan secara optimal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno di Semarang, Jumat, mengatakan KDKMP diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mendorong perputaran ekonomi yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, kata dia, sumber daya yang telah dialokasikan pemerintah pusat perlu dikelola secara optimal agar program berjalan baik.

Upaya yang dilakukan adalah peningkatan kompetensi bendahara koperasi melalui pelatihan dan sertifikasi, serta penguatan tata kelola kelembagaan agar koperasi mampu dikelola secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada tersedianya modal dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pengelolaan, akuntabilitas, serta pemahaman anggota terhadap prinsip-prinsip perkoperasian.

"Kita harus sama-sama mendukung dan berkontribusi agar koperasi desa maupun kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah berhasil. Koperasi yang kuat diharapkan bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Ia berharap pelatihan dan sertifikasi bendahara dapat mendukung terciptanya pengelolaan koperasi yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, KDKMP tidak hanya berdiri sebagai lembaga usaha, tetapi juga mampu menjalankan perannya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Linda Widiastuti Ariningrum mengatakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bendahara di Jateng menyasar sekitar 5.040 orang yang dibagi ke dalam 168 angkatan.

Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah berjalan sebanyak 48 angkatan, dan Pemprov Jateng menargetkan seluruh rangkaian pelatihan dapat diselesaikan pada akhir November 2026.

Peningkatan kompetensi bendahara dinilai penting untuk memastikan pengelolaan keuangan koperasi dilakukan secara tertib dan profesional.

Pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pertanggungjawaban penggunaan dana menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan anggota dan menjaga keberlanjutan usaha koperasi.

Ia menjelaskan KDKMP diharapkan dapat menjalankan fungsi ekonomi yang lebih luas, antara lain mendukung distribusi barang kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi produk UMKM untuk menjangkau pasar melalui koperasi.

Dengan pengelolaan yang baik, koperasi diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi sekaligus menjadi mitra pemasaran bagi pelaku UMKM.

Baca juga: Gubernur Jateng: 64 persen Koperasi Merah Putih telah beroperasi

Baca juga: Koperasi Merah Putih Banjarsari raup omzet Rp300 Juta dalam enam bulan

Baca juga: Menkop: Jateng pelopor insersi kurikulum koperasi

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Zuhdiar Laeis

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira