Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara memindahkan kabel udara di lima ruas jalan di Kecamatan Tanjung Priok dengan total panjang mencapai 5,6 kilometer ke Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) sebagai upaya mengurangi kesemrawutan kabel sekaligus meningkatkan keamanan dan estetika kawasan perkotaan.
“Program Senin Kabel merupakan bentuk komitmen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam menata jaringan utilitas, khususnya kabel udara, agar seluruhnya dapat dipindahkan ke bawah tanah,” kata Staf Khusus Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan bahwa lima ruas jalan yang menjadi sasaran penataan meliputi Jalan Danau Sunter Utara, Jalan Danau Sunter Barat, Jalan Danau Agung 2, Jalan Agung Tengah 4, dan Jalan Agung Perkasa 8.
Menurut dia, penataan ini untuk mewujudkan Jakarta yang aman, tertib, nyaman, dan berdaya saing global.
“Kami menargetkan seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan dalam lima tahun, tetapi pelaksanaannya terus didorong agar lebih cepat," katanya.
Nirwono menjelaskan penataan saat ini difokuskan pada kabel telekomunikasi milik operator yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).
Sementara, kabel listrik milik PT PLN (Persero) belum dapat dipotong karena membutuhkan koordinasi teknis serta spesifikasi jaringan bawah tanah yang berbeda.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mematangkan tiga Peraturan Gubernur (Pergub), yakni Pergub Rencana Induk SJUT, Pergub Retribusi Daerah Utilitas, dan Pergub Kewajiban Penyelenggara Jaringan Utilitas.
Penataan kabel dilakukan melalui beberapa mekanisme, mulai dari pemanfaatan SJUT, relokasi secara mandiri oleh operator.
Kemudian pemotongan kabel yang sudah tidak aktif, hingga pengikatan dan peninggian kabel yang masih beroperasi sambil menunggu proses relokasi.
"Pelaksanaan program ini juga mengacu pada prinsip 5K, yaitu keselamatan warga, kenyamanan pejalan kaki, kelancaran lalu lintas, keindahan kota, serta kesiapan Jakarta sebagai kota global," kata Nirwono.
Baca juga: DKI gelontorkan Rp90 miliar untuk pembangunan SJUT
Baca juga: Pram sebut penataan SJUT cukup kompleks, tak bisa dilakukan serentak
Baca juga: Pembangunan SJUT di 10 ruas jalan Jakarta sudah 82 persen
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira