Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara melatih pelaku usaha di daerah setempat meningkatkan kualitas produk dan berinovasi lewat bahan pangan alami menjadi produk kuliner berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan usaha.
“Tak sekadar belajar memasak, para peserta diajak mengubah bahan pangan hewani menjadi produk kuliner yang lebih variatif, menarik, dan memiliki nilai jual,” kata Kasudin KPKP Kota Jakarta Utara Novy Christine Palit di Jakarta, Selasa.
Novy mengatakan keterampilan baru ini diharapkan menjadi bekal untuk memperkaya menu dagangan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk mendorong pelaku usaha terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produknya.
“Kami ingin mendorong peserta menghasilkan produk olahan yang lebih inovatif dan variatif, sehingga memiliki daya saing serta nilai jual lebih tinggi,” kata dia.
Dalam pelatihan gelombang kedua ini, peserta berasal dari Kecamatan Koja, Cilincing, dan Penjaringan.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di kawasan Danau Sunter Selatan dengan melibatkan 30 peserta dari Kecamatan Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan Pademangan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat bimbingan langsung dari praktisi kuliner Politeknik Jakarta Internasional, Chef Gita Mutiara Annisa.
Ada tiga menu berbahan pangan kaya protein hewani yang dipraktikkan bersama, yakni bitterballen berisi ayam, karipap isi ayam dan sayuran, serta kroket kentang dengan daging sapi.
Novy menambahkan para peserta juga mendapatkan bantuan peralatan berupa mesin pencacah atau chopper.
Peralatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses persiapan bahan dan meningkatkan efisiensi produksi ketika ilmu yang diperoleh mulai diterapkan dalam usaha masing-masing.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menilai pelatihan ini mampu mempertemukan peluang ekonomi dengan kebutuhan pemenuhan gizi keluarga.
Menurut dia, produk olahan berbahan pangan hewani memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi menu yang disukai berbagai kalangan, termasuk anak-anak.
Dengan pengolahan yang tepat, pelaku usaha dapat memperoleh peluang pendapatan sekaligus menyediakan pilihan makanan bergizi bagi masyarakat.
“Menu ini pasti disukai anak-anak karena kaya protein hewani. Selain mendatangkan keuntungan ekonomi, olahan tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan gizi keluarga,” kata dia.
Ia menegaskan peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu diikuti pendampingan berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan selama pelatihan.
Dukungan juga diperlukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi standar produk, mengurus legalitas, dan memperluas akses pemasaran.
“Pendampingan harus berlanjut, mulai dari standardisasi rasa, legalitas perizinan, hingga akses pemasaran, agar para pelaku usaha benar-benar naik kelas dan mandiri,” kata dia.
Baca juga: Pemkot minta Bank Jakarta tingkatkan akses layanan perbankan ke UMKM
Baca juga: 127 UMKM yang terdampak penataan Setu Babakan ditawarkan relokasi
Baca juga: 10 perempuan di Kwitang ikuti pelatihan menjahit untuk bekal usaha
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira