Kota Bandung (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menggandeng Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) untuk memperkuat pendampingan industri kecil dan menengah (IKM) melalui program Pendampingan IKM Naik Tingkat, Adaptif, dan Resilien (PINTAR).
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Industri Disdagin Kota Bandung Muhammad Qadafi mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong pelaku IKM binaan agar mampu mengembangkan usaha, beradaptasi dengan perubahan pasar, serta meningkatkan daya saing.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas usaha, sehingga IKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan meningkatkan daya saingnya,” ujar Qadafi di Bandung, Senin.
Qadafi mengatakan kerja sama tersebut menjadi upaya memperkuat kualitas pembinaan IKM melalui dukungan akademik, penelitian, dan pendampingan usaha yang lebih terarah.
Baca juga: GoFood hadirkan kuliner khas Bandung di Jakarta sambut Harbolnas 2026
“Melalui program PINTAR, kami ingin pendampingan IKM binaan Kota Bandung semakin terarah dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” katanya.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan dan pengembangan penelitian kolaboratif di berbagai bidang yang mendukung sektor perdagangan dan perindustrian.
Qadafi menambahkan kerja sama itu juga meliputi penyusunan dan pengembangan kurikulum, perangkat pembelajaran, serta materi pembinaan bagi pelaku IKM dan usaha perdagangan.
“Materi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelaku usaha agar relevan dan dapat diterapkan secara langsung,” katanya.
Baca juga: Kota Bandung dorong pembangunan gedung konvensi kapasitas 10.000 orang
Ia berharap melalui kolaborasi tersebut, pendampingan bagi pelaku usaha binaan dapat menjadi lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan nyata.
“Sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga membuka peluang penerapan pengetahuan akademik untuk menjawab berbagai tantangan industri kecil dan menengah,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rubby Jovan Primananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira