kebutuhan anak harus dipenuhi secara menyeluruh mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak

Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, membangun sejumlah infrastruktur guna mendukung program pemerintah pusat yaitu wajib belajar satu tahun pendidikan anak prasekolah, sekaligus menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dan mendorong partisipasi anak dalam layanan PAUD,” kata Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra di sela sosialisasi wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah di Ubud, Gianyar, Bali, Kamis.

Untuk mendukung program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu, Pemkab Gianyar mendukung pembangunan dan peningkatan sarana prasarana PAUD.

Sejumlah fasilitas seperti ruang kelas, taman, pagar, area bermain, dan sarana pendukung lainnya juga telah disiapkan untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar mendukung penyediaan seragam gratis bagi anak-anak yang bersekolah di PAUD negeri.

Tak hanya penyiapan infrastruktur, lanjut dia, kebutuhan anak harus dipenuhi secara menyeluruh mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.

Di sela-sela sosialisasi itu, ia menekankan pentingnya pendidikan prasekolah untuk mengembangkan bahasa, kemampuan berpikir, kemandirian, keterampilan sosial, karakter, dan kesiapan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan serta sesuai tahap perkembangan anak.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Mawa menjelaskan sosialisasi yang diadakan di TK Negeri Hindu Widya Craya Ubud itu penting dilakukan untuk memperkuat sinergi antara guru dan orang tua.

Salah satu sinergi itu menyangkut lima nilai utama dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) yakni nilai religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.

Untuk mendukung program pusat tersebut, pihaknya mengadakan sosialisasi serentak di tujuh kecamatan di Gianyar.

“Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di rumah,” ucapnya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga mendukung implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.

Dalam sosialisasi itu anak-anak diberikan makanan tambahan dan komik tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

Anak-anak juga tampil membawakan gerak dan lagu Bunda PAUD dukung pendidikan prasekolah yang merupakan ciptaan Surya Adnyani yang sudah tercatat di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum RI.

Baca juga: Komisi X DPR soroti kualitas pendidikan di Kabupaten Gianyar Bali

Baca juga: Pemkab Gianyar Bali bekali guru BK cegah kekerasan anak

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira