Alhamdulillah, penurunan suku bunganya yang tadinya di angka kurang lebih 20 sampai 25 persen, sekarang diturunkan menjadi angka delapan persen.
Badung, Bali (ANTARA) - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pemerintah menurunkan suku bunga kredit bagi perempuan prasejahtera dari sebelumnya sekitar 20-25 persen menjadi 8 persen flat per tahun.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperluas akses permodalan bagi perempuan yang menjalankan usaha ultra mikro.
“Alhamdulillah, penurunan suku bunganya yang tadinya di angka kurang lebih 20 sampai 25 persen, sekarang diturunkan menjadi angka delapan persen,” ujar Maman dalam sambutannya dalam forum International Fora for Kredit Program Pemerintah, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Ia menyebut penurunan suku bunga tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya bagi perempuan yang selama ini membutuhkan dukungan pembiayaan terjangkau untuk mengembangkan usaha.
Maman menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan tersebut.
Menurut dia, langkah ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil yang membutuhkan akses modal dengan beban bunga lebih ringan.
“Melalui skema kredit pemberdayaan perempuan prasejahtera, pemerintah membuka akses pembiayaan yang lebih terjangkau sampai Rp15 juta per penerima,” katanya lagi.
Meski demikian, Maman menjelaskan penerapan kebijakan tersebut secara menyeluruh masih dipersiapkan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Kementerian UMKM terlebih dahulu melakukan uji coba untuk memastikan mekanisme pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.
Ia mengatakan pemerintah memilih melakukan pengujian dan evaluasi terlebih dahulu agar pelaksanaan kebijakan tidak menimbulkan persoalan bagi lembaga penyalur maupun penerima manfaat.
“Maka dari itu, kita mulai dengan pola pilot project dan running test, yang kurang lebih sudah kita jalankan kepada 2.000 nasabah,” kata Maman.
Dari uji coba tersebut, pemerintah memperoleh sejumlah catatan evaluasi yang akan digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan program sebelum diperluas.
Maman juga menyampaikan apresiasi kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang terlibat dalam pelaksanaan uji coba.
Ia menyebut pembahasan lanjutan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian direncanakan dilakukan pada Senin (2/11) berikutnya.
Pemerintah berharap kebijakan penurunan bunga itu dapat segera dirasakan oleh perempuan pelaku usaha ultra mikro yang tergabung dalam program Mekaar.
Maman menyebut program tersebut menjangkau sekitar 15 juta perempuan di Indonesia.
“Insya Allah, nanti per hari Senin sudah bisa kita rapatkan bersama-sama dengan kemenko dan mudah-mudahan ini segera bisa dinikmati dan dirasakan impact kebijakan Pak Presiden,” ujarnya pula.
Baca juga: Menkeu atur subsidi bunga kredit 10 persen bagi perempuan prasejahtera
Baca juga: Menteri UMKM: 51 persen penyaluran KUR 2026 untuk wirausaha perempuan
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rolandus Nampu
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira