Penguatan sektor industri menjadi bagian dari upaya pemerintah menggali sumber pertumbuhan ekonomi ke depan.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memetakan sumber baru pertumbuhan ekonomi dari sejumlah sektor industri. Beberapa industri yang tengah dibidik yakni industri makanan dan minuman (mamin), serta pertanian untuk dipotimalkan potensi produksi dan ekspansi industri ke depan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perindustrian untuk mengidentifikasi potensi pertumbuhan industri, sekaligus menyempurnakan pencatatan statistik sektor tersebut.

"Kami juga mengidentifikasi beberapa sumber-sumber pertumbuhan industri yang bisa kita galakkan ke depan, baik di sektor mamin (makanan dan minuman), kemudian agro, baik dia ada di kawasan industri, ada bahkan di kawasan berikat," ujar Dradjad.

Ia menjelaskan penguatan sektor industri menjadi bagian dari upaya pemerintah menggali sumber pertumbuhan ekonomi ke depan.

Untuk itu, penyelarasan data diperlukan agar pemerintah memiliki dasar yang lebih akurat dalam melihat perkembangan ekonomi, hingga merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Menurut Dradjad, pengembangan potensi industri juga perlu mempertimbangkan karakteristik dan peluang ekonomi di masing-masing daerah.

Investasi serta penguatan kegiatan ekonomi daerah dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan tersebut.

Ia menambahkan, data statistik perlu dihubungkan dengan kebijakan agar pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan dan menentukan intervensi yang sesuai.

Data juga diperlukan untuk memahami perkembangan daya beli masyarakat dan memetakan potensi industrialisasi.

Dari sisi aktivitas industri, Dradjad menyampaikan bahwa sektor industri dan sektor pendukungnya menunjukkan peningkatan aktivitas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi adanya peluang untuk mendorong ekspansi industri ke depan.

Pemerintah juga melihat momentum peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai peluang untuk menggerakkan aktivitas industri.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah meningkatkan utilisasi atau pemanfaatan kapasitas produksi yang tersedia.

"Kalau di pertanian kita punya intensifikasi pertanian, perbaikan air, kemudian pupuk dan sebagainya itu ternyata meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian cukup signifikan. Nah di industri, ini juga intensifikasi industri melalui itu tadi, peningkatan utilisasi. Insya Allah ini akan bisa kita dorong," kata Dradjad.

Baca juga: Gekrafs: Hekrafnas 2026 jadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif

Baca juga: BI hitung proyeksi ekonomi Bali 2026 tumbuh hingga 5,9 persen

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Bayu Saputra

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira