Washington (ANTARA) - Pemegang hak cipta atas lagu-lagu penyanyi legendaris Amerika Serikat Elvis Presley melayangkan gugatan hukum terhadap perusahaan pengembang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Anthropic.
Anthropic dituduh memanfaatkan komposisi musik milik sang musisi tanpa izin untuk melatih sistem AI miliknya.
Baca juga: Priscilla ungkap keinginan Elvis Presley hanya punya satu anak
Berdasarkan berkas dokumen gugatan yang diajukan, pihak penggugat menyatakan langkah hukum itu ditempuh guna melindungi hak eksklusif mereka dari tindakan Anthropic yang dituding membangun model bisnisnya melalui praktik pelanggaran hak cipta dalam skala yang masif.
Penggugat menduga bahwa Claude — layanan chatbot yang dikembangkan oleh Anthropic — menggunakan lagu-lagu Elvis untuk melatih model kecerdasan buatannya, termasuk lagu "Can't Help Falling in Love", "A Little Less Conversation", "Don't Be Cruel", hingga "Return to Sender".
Gugatan itu telah resmi didaftarkan di Pengadilan Distrik AS untuk Wilayah California Utara. Hingga berita ini diterbitkan, pihak perwakilan dari Anthropic belum memberikan komentar terkait tuduhan maupun gugatan hukum tersebut.
Baca juga: Mobil terakhir Elvis Presley, Cadillac Seville 1977 dilelang
Baca juga: Cucu Elvis Presley menentang lelang Graceland
Baca juga: Taylor Swift lampaui Elvis Presley untuk pekan terbanyak di Billboard
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Uyu Septiyati Liman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira