Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengkritik wasit yang mensahkan gol Persijap Jepara saat kedua tim bermain imbang 1-1 pada pertandingan Super League hari ini.
"Menurut saya, itu seharusnya pelanggaran dan VAR harus menganulir gol tersebut. Pemain nomor 12 Persijap tidak menyentuh bola, tetapi mengenai kaki Miguel sehingga membuatnya terjatuh," kata Tavares dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam.
Menurut pelatih asal Portugal itu, para pemain Persebaya sempat mengira wasit akan menghentikan pertandingan karena pelanggaran itu sehingga konsentrasi terganggu ketika gol Persijap disahkan.
Ia mempertanyakan proses pemeriksaan VAR karena menilai tayangan ulang seharusnya dapat memperlihatkan kontak antara pemain Persijap dan Miguel.
Namun Tavares mengakui Persebaya tak menunjukkan permainan terbaik pada babak pertama karena memberikan sejumlah kesempatan Persijap untuk melancarkan serangan balik.
Menurut dia, Persebaya sebenarnya mampu menguasai bola dan berusaha membangun serangan dari satu sisi ke sisi lain untuk mencari celah di pertahanan lawan.
Dia menilai penampilan timnya meningkat pada babak kedua, meskipun Persijap yang justru mencetak gol.
Baca juga: Persebaya bermain imbang 1-1 lawan Persijap
Setelah tertinggal, Tavares meminta para pemain meningkatkan intensitas serangan dengan menambah pemain di lini depan.
Strategi itu malah memberikan kesempatan kepada Persijap untuk melancarkan serangan balik.
Persebaya melepaskan 14 tendangan sudut dan melepaskan banyak tembakan, tetapi gagal menjadi gol.
Tavares mengatakkan tidak banyak merotasi pemain karena mempertimbangkan kualitas lawan, waktu pemulihan Persijap yang lebih panjang dua hari, serta kondisi dan performa pemainnya.
"Saya pikir pada momen ini saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada suporter kami yang datang ke sini. Dan apa yang bisa saya janjikan kepada mereka adalah kerja keras," ujarnya.
Kapten Persebaya Francisco Rivera mengatakan seluruh pemain kecewa karena gagal menang di hadapan pendukung sendiri.
"Menurut saya, ada dua momentum dalam pertandingan. Kartu kedua seharusnya menjadi kartu merah dan itu bisa mengubah pertandingan. Kemudian gol Jepara, seperti yang sudah kalian lihat. Semua pemain kecewa karena kehilangan dua poin di Gelora Bung Tomo," kata Rivera.
Baca juga: Arema FC pastikan Bali United akan sulit kembangkan permainan terbaik
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira