...Cara memublikasikan harus dengan bahasa yang populer supaya bisa dipahami semua karena pembaca kan macam-macam

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA memberikan pelatihan penulisan publikasi ilmiah kepada para tim periset penerima program BESTARI Saintek agar mampu menuliskan hasil riset menjadi narasi berdampak bagi masyarakat.

Redaktur Karkhas Perum LKBN ANTARA, Sri Haryati di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan, publikasi narasi sedapat mungkin dituliskan menggunakan bahasa sederhana tetapi tanpa mengesampingkan fokus dari riset sebagai poin utama informasi.

"Cara memublikasikan harus dengan bahasa yang populer supaya bisa dipahami semua, karena pembaca kan macam-macam," kata Sri Haryati.

Pelatihan pelatihan penulisan publikasi itu diberikan menjadi rangkaian kegiatan Living Lab Summit 2026: Seminar Nasional dan Pameran Living Lab yang diselenggarakan di Gedung Pandhita Majapahit Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.

Baca juga: ANTARA raih penghargaan kategori emas dalam Trade Expo Indonesia 2026

Program pelatihan menulis tersebut diikuti setidak 200 ketua dan anggota tim periset penerima program BESTARI Saintek.

Menurutnya, apabila periset ingin menghadirkan tulisan berdampak maka diperlukan kejelasan sudut pandang atau penulis perlu menentukan posisi agar pembaca tahu apa yang sedang diperjuangkan.

Dirinya pun mengajak seluruh peserta pelatihan agar senantiasa memperdalam kemampuan menulis dan terus memublikasikan hasil riset untuk memperkaya wawasan masyarakat.

"Kita harus belajar bagaimana menerjemahkan isu ilmiah banget dari bahasa yang ibaratnya dewa sekali menjadi bahasa bumi. Sebab, apabila terlalu teknis masuk ke jurnal saja, sedangkan yang untuk dibaca orang awam bahasanya harus dipopulerkan," ucap dia.

Ia juga mengemukakan menemukan banyak hasil riset yang menarik dan berpotensi menghadirkan dampak dan manfaat bagi kepentingan publik, karena proses pelaksanaannya melibatkan banyak orang, seperti tentang mitigasi perubahan iklim.

"Nah yang sudah ada hasil nyatanya kenapa tidak dipublikasikan agar menjadi contoh bagi daerah lain," ujarnya.

Baca juga: ANTARA gelar pelatihan keselamatan jurnalis perkuat mitigasi risiko

Baca juga: ANTARA perkuat kemampuan jurnalistik pelajar RI di luar negeri

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ananto Pradana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira