Pyongyang (ANTARA) - Pejabat tinggi Republik Demokratik Korea Utara mengecam Amerika Serikat (AS) atas tuduhan bahwa kasus pencurian kripto miliaran dolar AS di Binance dilakukan oleh kelompok peretas yang diduga "didukung" oleh Korea Utara, demikian laporan kantor berita negara itu, Selasa.

Mengutip pernyataan yang dirilis Senin (2/11), kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa Direktur Departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea Kim Yo Jong menyebut klaim AS itu sebagai upaya untuk mencemarkan nama negaranya sebagai "negara kriminal siber".

Kim mengatakan bahwa AS telah "berupaya menyebarkan kesalahpahaman mengenai RRDK di kalangan masyarakat internasional, dengan secara membabi buta mengaitkan RRDK dengan berbagai insiden 'kejahatan siber' setiap kali insiden semacam itu terjadi dalam skala internasional."

Langkah-langkah AS "untuk menyesatkan opini publik internasional" merupakan provokasi politik serius terhadap RRDK sekaligus pelanggaran berat terhadap kedaulatan RRDK karena merusak citra internasional negara tersebut, tutur Kim.

Pejabat RRDK tersebut mengatakan negaranya terus memantau provokasi berulang AS. Dia menambahkan, "Kami memiliki sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan kembali dalam berbagai aspek sehubungan dengan sikap bermusuhan AS yang sangat tidak menyenangkan."

Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia, pada Jumat (30/10) mengatakan bahwa para peretas mencuri lebih dari 6 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.161) dalam peristiwa yang diyakini sebagai pencurian mata uang kripto terbesar yang pernah tercatat.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira