Jakarta (ANTARA) - Koleksi Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin resmi masuk dalam "Memory of the World Committee for Asia and the Pacific" (MOWCAP) Regional Register sebagai warisan dokumenter yang memiliki nilai penting bagi kawasan Asia-Pasifik.

Pengakuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian UNESCO 11th MOWCAP General Meeting and International Seminar "The World of Water" yang berlangsung pada 2-6 November 2026 di Jakarta.

"Pengakuan ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki warisan dokumenter yang tidak hanya penting bagi masyarakatnya sendiri, tetapi juga memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat internasional," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Nasruddin mengatakan pengakuan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga dan mengembangkan warisan sejarah serta kebudayaan melalui pengelolaan dokumentasi secara berkelanjutan.

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menjaga memori kolektif, merawat warisan sejarah, serta memastikan bahwa kekayaan pengetahuan dan kebudayaan yang tersimpan dalam arsip dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan mendatang.

Pencatatan koleksi PDS HB Jassin ditandai dengan penyerahan sertifikat simbolis kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta sebagai perwakilan Pemprov DKI Jakarta di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia.

Koleksi yang memperoleh pengakuan tersebut berjudul "HB Jassin Literary Documentation Centre: Records of Modern Southeast Asia Literary Networking Hub".

Koleksi ini merupakan bagian dari khazanah sastra modern PDS HB Jassin yang bermula dari dokumentasi pribadi sastrawan dan kritikus sastra Indonesia, Hans Bague Jassin, sejak dekade 1930-an.

Mencapai jumlah sekitar 9.328 item, koleksi tersebut merekam perjalanan dan perkembangan kesusastraan modern Indonesia sekaligus hubungan intelektual para sastrawan di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Dokumentasi yang tersimpan di dalamnya mencakup korespondensi pribadi, manuskrip, dokumentasi kegiatan kesusastraan, kliping surat kabar, karya penelitian, hingga rekaman audio.

Beragam koleksi tersebut menjadi sumber autentik untuk melihat pertukaran gagasan, hubungan profesional, serta jejaring kebudayaan yang berkembang di antara para sastrawan lintas negara.

Menurutnya, pelestarian warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem Galleries, Libraries, Archives, and Museums (GLAM).

Nasruddin menjelaskan perpustakaan, museum, galeri, dan lembaga kearsipan memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga, mengembangkan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan memori kolektif.

"Upaya pelestarian tidak dapat hanya bergantung pada institusi pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga ingatan kolektif kota. Kami mendorong masyarakat Jakarta untuk terus membangun diskusi, pertukaran gagasan, dan wacana mengenai sejarah serta kebudayaan," papar Nasruddin.

Ia mengajak masyarakat yang memiliki surat, foto, manuskrip, catatan, atau dokumen lain yang dipandang memiliki nilai sejarah untuk berkonsultasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

"Upaya diperlukan agar nilai informasi dalam dokumen dapat ditelusuri dan, apabila memenuhi persyaratan, memperoleh penanganan serta pelestarian yang tepat," ungkapnya.

Ia menambahkan pencatatan dalam MOWCAP Regional Register ini sekaligus melanjutkan pengakuan yang sebelumnya diperoleh PDS HB Jassin sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa (MKB) pada 2025.

"Kedua pengakuan tersebut mempertegas nilai penting dokumentasi sastra HB Jassin, tidak hanya dalam merekam perjalanan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga dalam menggambarkan keterhubungan intelektual dan kebudayaan masyarakat Asia Tenggara," ujarnya.

Sertifikat MOWCAP secara resmi kemudian diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (6/11).

Pramono pun menyambut baik pencapaian tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga pengakuan tersebut berhasil diraih.

Melalui pencapaian ini, dia berharap PDS HB Jassin semakin berkembang sebagai pusat dokumentasi, penelitian, dan kolaborasi kesusastraan yang memiliki jangkauan regional hingga internasional.

"Pengakuan MOWCAP juga diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian arsip dan dokumentasi sebagai sumber pengetahuan, identitas, serta bukti perjalanan peradaban," ucapnya.

Baca juga: Koleksi PDS HB Jassin, dari arsip ke warisan memori dunia

Baca juga: PDS HB Jassin TIM tawarkan khazanah lengkap untuk pecinta sastra

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Syaiful Hakim

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira