Jakarta (ANTARA) -
Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) menyiapkan sejumlah agenda strategis pada 2027 untuk meningkatkan prestasi bola tangan nasional, mulai dari penyelenggaraan kejuaraan internasional hingga penguatan pembinaan atlet muda melalui kompetisi berjenjang.
Ketua Umum PB ABTI Zulfydar Zaidar Mochtar mengatakan salah satu agenda utama pada tahun depan adalah menyelenggarakan kejuaraan internasional kategori youth dan junior women sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding bagi atlet Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi nasional.
"Kami sudah memastikan akan menyelenggarakan youth dan junior women untuk tingkat asing pada tahun depan," kata Zulfydar usai pelantikan PB ABTI masa bakti 2026-2030 di Jakarta, Kamis.
Selain agenda tersebut, PB ABTI juga tengah memperhitungkan peluang kerja sama penyelenggaraan Liga Internasional pada 2027, 2028, dan 2029.
Menurut Zulfydar, pengembangan bola tangan Indonesia akan difokuskan pada dua nomor, yakni bola tangan dalam ruangan (indoor handball) dan bola tangan pantai (beach handball). Namun, federasi saat ini memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan nomor pantai.
Untuk mendukung target tersebut, PB ABTI juga akan memperkuat sistem pembinaan atlet melalui program yang disusun berdasarkan jenjang usia dan sasaran prestasi.
Zulfydar menjelaskan federasi telah menyiapkan buku panduan yang memuat aspek teknis, tata cara pembinaan, serta target pencapaian atlet dari kelompok junior hingga senior.
Ia menilai regenerasi menjadi faktor penting agar prestasi bola tangan Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Kami harus menghitung kapan junior dimulai dan kapan target senior bisa dicapai. Jadi, target-target itu harus disiapkan," ujar Zulfydar.
PB ABTI juga akan mengembangkan Liga Pelajar sebagai fondasi pembinaan atlet dari tingkat sekolah. Program tersebut menyasar siswa SMP dan SMA, dengan melibatkan sekolah serta pengurus provinsi dalam proses pengembangan dan penjaringan atlet.
Atlet-atlet potensial dari daerah nantinya akan diproyeksikan untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi, termasuk melalui keterlibatan perguruan tinggi.
Zulfydar berharap bola tangan dapat berkembang di lingkungan pendidikan sehingga semakin banyak atlet muda yang mengenal dan menekuni cabang olahraga tersebut.
"Kami mengembangkan bola tangan masuk ke sekolah agar berkembang dengan prestasi juga. Dari bawah, sekolah-sekolah naik ke tingkat provinsi, kemudian atlet terbaik bisa diambil untuk tingkat nasional," kata Zulfydar.
Dalam jangka panjang, PB ABTI juga membidik peluang membawa bola tangan Indonesia tampil di Olimpiade. Zulfydar mengatakan target tersebut membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, KOI, dan KONI.
Ia menyebut peluang menuju Olimpiade tetap terbuka melalui tahapan kualifikasi dan kompetisi di tingkat zona maupun internasional.
"Untuk Olimpiade tentu ada. Kami tetap berusaha menembus zona-zona itu. Bola tangan ini bisa dilakukan, bukan tidak bisa, tetapi bagaimana cara kita menyelesaikannya," ujar Zulfydar.
Selain pembinaan atlet, PB ABTI juga membuka peluang kerja sama dengan pelatih internasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan teknis atlet Indonesia.
Zulfydar optimistis berbagai program tersebut dapat menjadi landasan untuk meningkatkan daya saing bola tangan nasional sekaligus mewujudkan target prestasi di tingkat dunia.
Baca juga: KONI Pusat lantik PB ABTI 2026-2030, tekankan persatuan dan prestasi
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Arindra Meodia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira