Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta berpesan agar para kader senantiasa menghubungkan setiap kerja-kerja kecil di lapangan dengan cita-cita besar membangun kekuatan politik partai.

"Sekecil apapun kerja saudara-saudara semuanya, selalulah menghubungkan kerja kecil itu dengan cita-cita besar yang membuat kita lahir. Sebab, hanya ketika pekerjaan kecil terhubung dengan pikiran besar, kita akan mengerti bahwa tidak ada yang sia-sia di sini," kata Anis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikan saat meluncurkan Program Akselerasi Rekrutmen Anggota Nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Desk Rekrutmen pada Minggu malam (1/11). Program itu menjadi bagian dari upaya untuk mempercepat pertumbuhan keanggotaan sekaligus memperkuat struktur dan basis politik Partai Gelora menjelang Pemilu 2029.

Anis, yang juga menjabat Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, menekankan arti penting kerja-kerja akar rumput yang terhubung dengan narasi besar perjuangan partai. Dia menyoroti dinamika geopolitik global saat ini yang sejalan dengan prediksi manifesto Partai Gelora tahun 2019.

Menurut dia, dunia saat ini tengah menghadapi tiga fenomena utama, yakni resesi ekonomi jangka panjang, gelombang revolusi di berbagai tempat, serta eskalasi perang regional yang kini terjadi di Eropa, Timur Tengah, dan berpotensi bergeser ke kawasan Pasifik.

Baca juga: Partai Gelora perkuat karakter kebangsaan untuk majukan Indonesia

"Apa yang dulu kita tuliskan dalam Manifesto Partai Gelora tahun 2019, hari ini semuanya satu per satu menjadi kenyataan. Oleh karena itu, alasan kita lahir sekarang semakin kuat," ujarnya.

Anis menyebut bahwa Partai Gelora hadir sebagai kelompok orang-orang yang sadar, memiliki arah yang jelas, dan konsisten membangun kekuatan politik. Sehingga mampu bertahan di tengah ketidakpastian global dan dapat bisa memberikan kejutan-kejutan politik.

"Yang tidak punya arah akan tersesat, yang tidak punya kekuatan akan digilas. Punya kekuatan tapi tidak punya arah, kita gampang dijebak. Punya arah tidak punya kekuatan, kita gampang jadi korban," ujarnya.

Anis menyadari adanya kesenjangan (gap) antara cita-cita besar partai dengan keterbatasan kemampuan serta logistik saat ini. Namun, Ia meminta kader agar tidak berkecil hati.

Ia mendorong seluruh anggota untuk terus bekerja hingga batas kemampuan maksimal (limit), sementara hasil akhir dan pertolongan dalam bentuk peristiwa-peristiwa besar di luar nalar manusia adalah ketetapan dari Allah SWT.

Baca juga: Partai Gelora usul pembentukan peradilan etika untuk cegah korupsi

"Kita tahu ada gap antara cita-cita kita dan kemampuan kita. Tapi kita juga sadar dan yakin bahwa kita sudah melangkah. Setiap cita-cita besar tidak pernah dimulai dengan langkah besar, selalu dimulai dari satu langkah kecil," imbuhnya.

Anis Matta mengajak seluruh kader untuk menikmati proses pergulatan politik yang dinamis ini dengan penuh keikhlasan.

Ia meyakini bahwa kerja-kerja tulus yang dirakit satu persatu dari daerah akan menjadi akumulasi kekuatan besar yang mengantar Partai Gelora menuju kemenangan pada Pemilu 2029 mendatang.

Dalam kesempatan ini, Anis juga memberikan apresiasi khusus kepada para kader yang bekerja di garis depan—mulai dari perkampungan, pedalaman Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga berbagai wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fianda Sjofjan Rassat

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira