Bengkulu (ANTARA) - Oxford Policy Management Limited (OPML) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu memanfaatkan energi surya untuk mendukung hilirisasi produk pertanian dan perikanan melalui proyek percontohan pembangunan rendah karbon di pulau terluar, Pulau Enggano.
"Di sana banyak pisang, dibangun pengolahan pisang menjadi tepung pisang, ada freezer modular untuk ikan-ikan yang ditangkap, tetapi seluruh pasokan listriknya tidak lagi menggunakan PLN, melainkan menggunakan panel surya,” kata Koordinator Provinsi Bengkulu dari OPML Irvan Afandi di Bengkulu, Kamis.
Irvan menjelaskan proyek Enggano Solar Nexus menjadi salah satu percontohan penerapan pembangunan rendah karbon yang memanfaatkan energi terbarukan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui proyek tersebut, energi surya digunakan untuk memasok listrik fasilitas pengolahan pisang menjadi tepung serta freezer untuk menyimpan hasil tangkapan ikan nelayan, sehingga pemanfaatan energi bersih terintegrasi dengan pengolahan produk lokal.
Dia mengatakan penggunaan panel surya diharapkan dapat menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi karbon dari penggunaan energi.
Irvan menyebutkan fasilitas freezer dalam proyek tersebut memiliki kapasitas sekitar 10 ton ikan dan membutuhkan pasokan listrik untuk mendukung operasional pendinginan selama 24 jam.
"PLN nol artinya mereka tidak perlu lagi membayar PLN, dan tentu yang paling penting dari program ini tidak menghasilkan karbon," ujarnya.
Menurut Irvan proyek percontohan tersebut diharapkan memperlihatkan manfaat pembangunan rendah karbon bagi masyarakat, terutama melalui efisiensi biaya energi dan pengembangan usaha berbasis potensi pertanian serta perikanan setempat.
Dia mengatakan penerapan energi surya saat ini masih difokuskan pada fasilitas pengolahan produk dan belum mencakup kebutuhan listrik rumah tangga masyarakat di Pulau Enggano.
Enggano Solar Nexus masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan awal pembangunan akan segera dimulai pada akhir Oktober 2026 ini.
Baca juga: UNIB-OPML susun rencana pembangunan daerah rendah karbon
Baca juga: Gubernur Bengkulu minta listrik di Pulau Enggano mengalir 24 jam
Baca juga: Pemerintah didesak perbaiki PLTS Pulau Enggano
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Boyke Ledy Watra
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira