Kinerja sektor jasa keuangan di provinsi itu yang tetap tumbuh dan resilien

Yogyakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah rekening investor pasar modal di Jawa Timur mencapai 3,5 juta hingga Agustus 2026, meningkat 69,93 persen secara tahunan, yang mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam investasi sekaligus pentingnya penguatan literasi dan perlindungan investor.

"Kinerja sektor jasa keuangan di provinsi itu yang tetap tumbuh dan resilien," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Horas V. M. Tarihoran dalam media gathering di Yogyakarta, Selasa.

Peningkatan jumlah investor tersebut diikuti dengan pertumbuhan nilai kepemilikan saham yang mencapai Rp138,169 triliun atau meningkat 25,6 persen, sedangkan penghimpunan dana melalui securities crowdfunding mencapai Rp69,83 miliar dengan 37 penerbit.

Perkembangan itu membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu instrumen pengembangan aset, sekaligus memperluas sumber pendanaan bagi dunia usaha terutama apabila didukung pemahaman yang memadai mengenai manfaat dan risiko investasi.

Di sektor perbankan, dana pihak ketiga (DPK) di Jawa Timur mencapai Rp866 triliun atau tumbuh 6,03 persen secara tahunan, sedangkan penyaluran kredit tercatat Rp645 triliun atau meningkat 4,73 persen.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net tercatat 1,67 persen dan NPL gross 3,80 persen sehingga pengelolaan risiko dan kualitas penyaluran kredit tetap menjadi perhatian untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Sementara itu, sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun mencatat premi asuransi Rp13,989 triliun atau tumbuh 31,74 persen, sedangkan total investasi dana pensiun mencapai Rp4,476 triliun atau meningkat 1,14 persen.

Di sektor perusahaan pembiayaan, modal ventura, dan lembaga keuangan mikro, piutang pembiayaan tercatat Rp45,067 triliun atau terkontraksi 1,39 persen, sedangkan pembiayaan modal ventura tumbuh 10,44 persen menjadi Rp1,949 triliun dan pinjaman lembaga keuangan mikro meningkat 15,5 persen menjadi Rp175,7 miliar.

Adapun pembiayaan teknologi finansial melalui layanan peer-to-peer lending mencapai Rp12,09 triliun atau tumbuh 13,26 persen, sementara pinjaman yang diberikan sektor pergadaian tercatat Rp685,7 miliar atau mengalami kontraksi 29,15 persen.

Horas menuturkan, dinamika ini menunjukkan penguatan sektor jasa keuangan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan nilai transaksi dan penghimpunan dana tetapi juga pada kemampuan lembaga keuangan mengelola risiko serta meningkatkan pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan produk keuangan secara tepat.

Ia pun berharap sektor jasa keuangan Jawa Timur terus memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas serta perlindungan konsumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: OJK sebut perkembangan pasar modal Jatim dalam tren positif

Baca juga: OJK dorong perbankan berinovasi dan perluas akses keuangan syariah

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Astrid Faidlatul Habibah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira