Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia secara kumulatif dari Januari-September 2026 mencapai 221,23 miliar dolar AS.
“Nilai ekspor Indonesia Januari-September 2026 mencapai 221,23 miliar dolar AS atau naik 5,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 (year-on-year/yoy),” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Ateng mengatakan andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 7,15 persen terhadap kenaikan total keseluruhan ekspor.
Ekspor nonmigas Januari-September 2026 terbesar adalah ke Tiongkok senilai 54,17 miliar dolar AS, disusul Amerika Serikat dengan nilai 25,39 miliar dolar AS, dan India senilai 15,00 miliar dolar AS.
Lebih lanjut, Ateng mengatakan nilai ekspor Indonesia pada September 2026 mencapai
27,59 miliar dolar AS atau naik 11,87 persen dibanding ekspor September 2025.
Ekspor nonmigas September 2026 mencapai 26,64 miliar dolar AS atau naik 12,39 persen dibanding September tahun lalu.
Sementara itu, nilai impor Indonesia Januari-September 2026 mencapai 210,63 miliar dolar AS, naik 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: ESDM catat nilai ekspor nikel capai 25,96 miliar dolar AS per Agustus
Baca juga: Kemendag: Nilai ekspor alat musik Indonesia capai Rp6,2 triliun
Baca juga: Nilai ekspor kecap Indonesia tembus 18,81 juta dolar AS
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Arnidhya Nur Zhafira
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira