Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), Meutia Farida Hatta Swasono mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya terhadap langkah pemerintah dalam mengimplementasikan amanat konstitusi Pasal 34 UUD 1945 melalui program Sekolah Rakyat.

Hal tersebut disampaikannya selepas acara puncak peringatan Hari Pahlawan tahun 2026 yang digelar Kementerian Sosial - Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin malam.

Putri pertama Wakil Presiden RI Mohammad Hatta ini mengaku sangat tersentuh karena program Sekolah Rakyat yang dijalankan oleh Kementerian Sosial ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Pasal 34 UUD 1945, yang penyusunannya turut melibatkan sang ayah.

"Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 itu tentu saya dari keluarga pahlawan ya selalu menghormati apa, Undang-Undang Dasar kita. Tapi kebetulan Pasal 34 ini salah satunya adalah Bung Hatta, ayah saya," ujar Meutia.

Baca juga: Bupati Lombok Utara jamin tak ada anak putus sekolah karena miskin

Ia menyoroti ketepatan sasaran program tersebut yang menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera dengan penghasilan orang tua di bawah Rp1 juta.

Meutia bahkan merasa sangat trenyuh ketika mengetahui kisah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya terbiasa hanya makan sekali sehari, hingga sempat mengalami sakit perut ketika kini bisa menikmati makan tiga kali sehari secara teratur di asrama Sekolah Rakyat.

"Kita tidak boleh negara kita menjadi seperti ini, dan Bapak Menteri dan jajarannya yang sangat solid untuk mengangkat pesan dari Undang-Undang Dasar lewat Pak Prabowo kemudian sekarang dilaksanakan, itu kita harus bantu," tambahnya.

Berbekal pengalamannya sebagai Guru Besar di Universitas Indonesia (UI) serta mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meutia menilai prestasi dan kerja nyata yang ditunjukkan oleh jajaran Kementerian Sosial saat ini patut dihargai tinggi.

Melalui kesempatan tersebut, ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dari berbagai keahlian dan latar belakang untuk turut serta bahu-membahu menyukseskan program Sekolah Rakyat secara nasional demi memutus rantai kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa.

Baca juga: Mensos: Penanganan dugaan perundungan di Sekolah Rakyat berjalan baik

Adapun Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai layanan unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini telah beroperasi 182 titik Sekolah Rakyat baik rintisan maupun terintegrasi. Fasilitas ini menampung 44 ribu siswa jenjang SD, SMP, SMA yang didukung oleh ribuan guru, wali asrama dan wali asuh.

Sebanyak 100 Sekolah Rakyat di antaranya sudah memiliki gedung permanen, sebagai bagian dari target besar pembangunan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.

Baca juga: Mensos: Warisan pahlawan dalam UUD 1945 pedoman wujudkan kesejahteraan

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · M. Riezko Bima Elko Prasetyo

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira