Palembang (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mendorong penguatan langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemulihan tata air di kawasan gambut di Provinsi Sumatera Selatan.

"Salah satu upaya yang dilakukan yakni menerapkan metode water intake dengan memanfaatkan sumber air dari sungai agar dapat kembali mengalir dan masuk ke lahan gambut," kata Jumhur usai meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu.

Ia menambahkan langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelembapan gambut sehingga risiko terjadinya kebakaran dapat ditekan.

Selain itu, pemanfaatan sekat kanal juga menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan ketersediaan air di kawasan gambut. Keberadaan sekat kanal berfungsi menahan aliran air agar tidak cepat terbuang, sehingga kondisi lahan tetap basah, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Baca juga: BPGMN targetkan perbaikan dan pembangunan 7.000 sumur bor pada 2027

Ia mengatakan upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif satuan tugas melalui kegiatan gotong royong.

"Kegiatan gotong royong ini perlu diperkuat dan dilakukan secara masif. Harapannya, pada tahun depan langkah-langkah pencegahan yang kita lakukan sekarang dapat membantu mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ekosistem gambut dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

Adapun dalam kunjungan kerja tersebut Menteri LH turut didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko.

Satyawan Pudyatmoko menambahkan pihaknya akan menguatkan kordinasi dan konsolidasi, sehingga program konkret dan arahan Presiden seperti desa akan menjadi ujung tombak dalam pencegahan karhutla.

"Kita akan identifikasi desa mana saja menjadi prioritas," katanya.

Baca juga: Cegah karhutla, Pemprov Sumsel perkuat pengelolaan & restorasi gambut

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · M. Imam Pramana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira