Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong penguatan ekspor pati sagu Indonesia ke Jepang melalui hilirisasi, investasi, dan kemitraan industri untuk meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar produk olahan nasional.

Sarmuji mengatakan pemerintah memperkuat kerja sama dengan Jepang untuk memperluas pasar ekspor sagu Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri pengolahan berbasis komoditas lokal nasional.

"Saya mengharapkan Sago Business Forum menjadi jembatan memperkuat kerja sama industri antara Indonesia dan Jepang, melalui promosi potensi dan kemampuan industri pengolahan sagu nasional, pengenalan peluang investasi di berbagai daerah penghasil sagu, serta fasilitasi dialog bisnis antara kedua negara dalam rangka menjajaki perluasan pasar, investasi, atau pengembangan teknologi," kata Sarmuji di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Sago Business Forum 2026, yang diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan industri sagu nasional, memperkuat kerja sama dan kemitraan industri, serta memperluas akses pasar produk sagu Indonesia ke pasar internasional, khususnya Jepang.

Menurut Sarmuji, Jepang menjadi salah satu tujuan utama ekspor pati sagu sehingga peluang peningkatan pangsa pasar masih terbuka seiring meningkatnya kebutuhan industri pangan negara tersebut.

Ia menjelaskan pangsa ekspor pati sagu Indonesia ke Jepang terus meningkat dari 2 persen pada 2021 menjadi 14 persen sepanjang 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan produk sagu Indonesia semakin diterima pasar internasional meskipun peluang ekspansi masih besar karena sebagian kebutuhan Jepang belum dipenuhi oleh produsen dalam negeri.

Sarmuji menilai penguatan hilirisasi menjadi kunci meningkatkan nilai tambah sagu sehingga produk Indonesia mampu bersaing dengan negara lain pada pasar ekspor bernilai tinggi.

Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong investasi baru untuk memperbesar kapasitas produksi sekaligus memperkuat rantai pasok industri sagu dari daerah penghasil hingga pasar ekspor.

Ia mengatakan pengembangan industri sagu harus didukung teknologi pengolahan agar menghasilkan produk berkualitas tinggi sesuai kebutuhan industri dan standar pasar internasional.

Pemerintah juga membuka ruang kemitraan lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang untuk mempercepat perluasan pasar serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Sarmuji mengajak investor Jepang memanfaatkan potensi bahan baku sagu Indonesia yang melimpah sebagai dasar pengembangan industri pengolahan berorientasi ekspor dan bernilai tambah tinggi.

"Saya mengundang para pelaku industri dan investor Jepang untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan industri sagu di Indonesia," katanya.

Pemerintah berharap penguatan kerja sama dengan Jepang mampu meningkatkan ekspor sagu Indonesia sekaligus memperluas kontribusi industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Di tempat yang sama Counselor At Embassy Of Japan, Keisuke Kosonuma menilai pengembangan industri sagu menjadi peluang kerja sama antara Indonesia dan Jepang melalui pemanfaatan sumber daya alam, teknologi, investasi, serta perluasan pasar.

Kosonuma mengatakan Indonesia memiliki potensi besar karena sekitar 85 persen area pertumbuhan sagu dunia berada di Indonesia, namun pemanfaatannya untuk kebutuhan industri masih terbatas dan perlu dikembangkan.

Menurutnya, sagu tidak hanya menjadi pangan tradisional, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk seperti bahan pangan olahan, material industri, hingga bahan bakar nabati yang bernilai ekonomi.

Ia menyampaikan Jepang membutuhkan rantai pasok bahan baku pangan yang stabil, sementara Indonesia memiliki sumber daya sagu terbesar dunia sehingga kerja sama industri dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

Kosonuma berharap kemitraan Indonesia dan Jepang dalam industri sagu dapat menghasilkan proyek bisnis, investasi, serta inovasi teknologi yang mampu meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja masyarakat lokal.

Baca juga: Pemkot Jayapura: Jaga ekosistem sagu sebagai penggerak ekonomi

Baca juga: Mempertahankan sagu sebagai identitas dan ketahanan pangan lokal Papua

Baca juga: Festival Sagu Nusantara 2025 perkuat Meranti sebagai sentra sagu

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Harianto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira