Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir mendorong transformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mampu menjawab berbagai tantangan global, dengan menekankan peran lembaga dunia harus mampu menyelesaikan persoalan nyata.
"Norma saja tidak akan cukup untuk membawa PBB melangkah hingga 2045. PBB di masa depan tidak hanya harus menetapkan aturan, tetapi juga harus menyelesaikan berbagai persoalan," kata Arrmanatha saat menyampaikan pidato UN Day di Jakarta, Selasa.
Selama 80 tahun terakhir, menurutnya, PBB telah menjadi salah satu lembaga utama dalam penetapan norma global, antara lain di bidang hak asasi manusia (HAM), hukum laut, dan pembangunan berkelanjutan.
Namun, perubahan dunia menuntut PBB untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Baca juga: Diplomasi maritim menjadi kunci persatuan dan kedaulatan Indonesia
Arrmanatha mencontohkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang bergerak cepat, sementara tata kelolanya belum mampu mengimbangi kecepatan kemajuan teknologi.
Kesenjangan tersebut berisiko membagi dunia menjadi dua golongan, yakni kelompok dengan kemampuan menentukan arah perkembangan AI serta kelompok yang hanya menerima dampaknya.
Oleh karena itu, Arrmanatha menegaskan negara-negara Global South atau negara-negara berkembang harus dilibatkan dalam meja perundingan agar tidak menjadi pihak yang diperdagangkan.
"Negara-negara Global South atau negara-negara berkembang harus duduk di meja perundingan. Sebab, seperti yang sering dikatakan, jika kita tidak berada di meja perundingan, maka kita justru akan menjadi pihak yang diperdagangkan," ucapnya.
Baca juga: Menlu dorong kerja sama Selatan-Selatan perluas pasar ekonomi kreatif
Lebih lanjut, Arrmanatha menegaskan komitmen Indonesia terhadap PBB dan sistem multilateral. Komitmen tersebut, katanya, bukan sekadar pilihan pragmatis, melainkan amanat konstitusi.
Dia menyebut kontribusi Indonesia melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian, keterlibatan dalam Dewan Keamanan PBB, serta dukungan terhadap HAM dan sistem multilateral.
Pada kesempatan itu, Arrmanatha juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif membentuk masa depan melalui gagasan, partisipasi sebagai warga negara, dan tindakan nyata di berbagai bidang.
"Indonesia membutuhkan gagasan Anda, PBB membutuhkan keberanian Anda, dan masa depan menaruh harapan pada Anda semua," ujarnya.
Baca juga: Menlu RI ingatkan WNI tak ikut-ikut dalam unjuk rasa di Eropa
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira