Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan perguruan tinggi perlu mengarahkan riset dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), untuk menjawab kebutuhan industri serta mendorong tumbuhnya industri di dalam negeri.

Mendiktisaintek menggarisbawahi bahwa riset perguruan tinggi perlu menghasilkan solusi yang dapat dimanfaatkan industri. Kolaborasi antara kampus dan pelaku industri menjadi penting agar pengetahuan dan inovasi tidak berhenti pada penelitian, tetapi berlanjut menjadi produk, teknologi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

"Kami mendorong di kampus-kampus, penelitian dan riset tidak hanya berhenti sampai publikasi, tetapi lebih lanjut bagaimana kita bisa menghasilkan proyek-proyek dan karya-karya yang sinergis dengan industri," ujar Menteri Brian dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kemdiktisaintek arahkan riset kampus berbasis masalah nyata

Mendiktisaintek menilai kemandirian nasional juga membuka peluang untuk membangun industri di dalam negeri. Salah satunya terdapat pada potensi pengembangan industri dari kebutuhan energi nasional, termasuk melalui program B50 dan E50.

Dengan mengolah kebutuhan tersebut menjadi kapasitas produksi domestik, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan impor sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya industri baru.

Menteri Brian juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, yang perlu diikuti dengan pengembangan industri dan teknologi pengolahan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut melalui riset, pengembangan keahlian, dan penyelesaian persoalan yang dihadapi industri.

"Ini tugas besar para teknokrat kampus untuk bekerja keras, memastikan kesiapan perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan industri melalui pengembangan sumber daya manusia dan riset yang relevan," katanya.

Baca juga: Mendiktisaintek dorong penguatan budaya riset dan kolaborasi nasional

Baca juga: Mendiktisaintek minta kampus lakukan riset sesuai kebutuhan daerah

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy menyoroti pentingnya inovasi teknologi untuk mengubah potensi dan keunggulan komparatif Indonesia menjadi nilai tambah.

Menurut Menteri PPN, Indonesia berisiko terus menjual sumber daya dalam bentuk bahan mentah tanpa mengoptimalkan potensi pengolahannya jika dilakukan tanpa inovasi.

"Jadi, semuanya membutuhkan teknologi inovasi. Tanpa inovasi, kita hanya bisa menjual bahan asli," ucap Rachmat Pambudy.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira