Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengapresiasi perubahan standar penyajian hingga tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah sejak kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Mu'ti mengatakan salah satu perubahan yang terlihat adalah penyajian makanan dalam wadah yang sudah disegel (sealed) disertai keterangan mengenai kandungan gizi, jenis menu, serta waktu penyajian kepada peserta didik.

“Setiap kali saya ke sekolah selalu omprengnya itu sudah di-seal, kemudian diberikan penjelasan kandungannya apa, menunya apa saja, dan harus dihidangkan pukul berapa. Ini membuat adanya kemajuan yang signifikan yang saya amati dari BGN,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam Penandatanganan Kerja Sama (PKS) tentang Dukungan Pengembangan Tata Kelola Belanja SPPG di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Jumat siang.

Baca juga: BGN tutup permanen lebih dari 2.000 dapur MBG tak laik higiene

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan MBG sejak awal dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, namun juga menjadi bagian dari program Kemendikdasmen dalam mendukung tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta penguatan pendidikan karakter.

Menurut Mu'ti, kegiatan makan bersama dapat dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik, mulai dari membiasakan antre, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga berterima kasih atas makanan yang disajikan.

Kebiasaan tersebut, kata Mu'ti, juga mengajarkan nilai kesabaran, penghormatan, dan toleransi kepada sesama yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak.

Baca juga: Kepala BGN: SPPG tak penuhi standar langsung ditindak tegas

Mu'ti juga mengatakan Kemendikdasmen telah menerbitkan sejumlah panduan agar pelaksanaan MBG di sekolah dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karakter.

Ia menambahkan pihaknya turut menjalankan arahan Presiden guna memantau pelaksanaan program tersebut dan memastikan makanan yang disajikan kepada peserta didik memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Karena itu, dalam 100 hari kerja BGN di bawah Mas Sudaryono melaksanakan amanat Presiden, kami melihat perubahan-perubahan yang sangat membahagiakan dan sangat meyakinkan kami semua bahwa ke depan MBG ini adalah pilihan strategis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, generasi Indonesia yang kuat," ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan MBG terus mendukung upaya Pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak lingkungan satuan pendidikan.

Baca juga: Kepala BGN: Evaluasi standar bahan baku MBG jadi prioritas

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira