Mataram (ANTARA) - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong produk UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk berorientasi menembus pasar ekspor.

Ia mengakui potensi besar produk lokal NTB yang dihasilkan para pelaku UMKM setempat untuk menembus pasar ekspor cukup besar.

"Di Bale Kita NTB ini banyak yang berorientasi ekspor, tadi ketemu juga yang sudah ikut di program-program Kementerian Perdagangan. Ada program pilihan, terus ikut di Trade Expo. Ternyata banyak yang dapat buyer ya, tadi ada yang dapat buyer ke beberapa negara," kata Budi Santoso pada wartawan usai meninjau pusat pemasaran kerajinan UMKM NTB di Bale Kita Mataram, Kamis.

Mendag menegaskan, Kementerian Perdagangan akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk mengembangkan produk lokal. Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara, terdiri dari Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

"Perwakilan inilah yang membantu rekan-rekan UMKM supaya dicarikan buyer. Tugas utama mereka adalah bagaimana meningkatkan ekspor khususnya untuk produk-produk lokal, produk-produk UMKM," terangnya.

Menurutnya, persoalan utama UMKM bukan pada produksi, melainkan pemasaran. Oleh karena itu, Kemendag tidak hanya mencarikan pasar, tetapi juga melakukan pembinaan dari hulu.

"Kita membantu UMKM ini bisa memproduksi tapi kebanyakan tidak bisa jualan. Kita carikan market-nya di luar negeri, tapi kita harus juga melakukan pembinaan dari sisi hulunya. Ada pelatihan ekspor, klinik desain, termasuk packaging, yang kita ajari biar menggunakan standar internasional," ujar Budi Santoso.

Ia menyebut pembinaan dilakukan bersama Dekranasda, Dinas terkait, kabupaten/kota hingga BUMN.

Menanggapi kendala ekspor NTB yang masih harus dilakukan melalui luar daerah, Mendag mengakui persoalan logistik menjadi pekerjaan rumah besar.

"Di NTB ini masih ada ekspor, tapi tidak bisa dilakukan dari NTB sendiri, tapi harus dilakukan di luar. Kita terus komunikasi dengan kementerian dan lembaga terkait karena memang lebih murah kalau bisa langsung," ucapnya.

"Kalau pun belum bisa faktornya banyak kenapa belum bisa dari sini. Tapi, menyiasati itu potensi yang ada dulu kita kembangkan, yang bisa jalan kita jalankan dulu sambil tentu dibenahi logistik-nya," sambungnya.

Baca juga: ITDC: Omzet UMKM di ajang MotoGP Indonesia 2026 capai Rp2,94 miliar

Baca juga: Lima UMKM Bali-NTB terpilih terima dukungan pengembangan usaha

Lebih lanjut, Budi Santoso, menyatakan jika di tingkat nasional, kinerja ekspor Indonesia tetap positif di tengah gejolak geopolitik global. Periode Januari-September, ekspor tumbuh 5,58 persen dengan surplus neraca perdagangan mencapai 10,5 miliar dolar AS.

"Kita optimis dan terus mempercepat implementasi dari perjanjian dagang yang ada. Kita sudah mempunyai 25 perjanjian dagang yang implementasi, itu salah satu cara membantu supaya akses pasar kita lebih mudah," katanya.

Sementara Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk terus menyiapkan produk UMKM setempat dengan kualitas ekspor dan memiliki buyer sendiri.

"Selain meninjau langsung Pasar Kebon Roek, beliau juga berdialog langsung dengan UMKM kita untuk membuka peluang bagi beberapa produk lokal kita untuk menembus pasar ekspor," ujarnya.

Wagub mengakui bahwa sejumlah UMKM NTB saat ini ada yang sedang berproses maupun yang sudah mendapatkan kesempatan ekspor diberikan kesempatan lagi untuk mengikuti kegiatan diklat. Tujuannya, untuk perbaikan kemasan, penambahan masa kedaluwarsa, dan peningkatan kualitas produk lainnya.

"Tadi pelaku UMKM yang sudah memiliki pasar, diajak terus meningkatkan kualitas dan mencari pasar baru dan bergabung dengan sejumlah eksportir lain atau langsung ekspor sendiri," katanya.

Baca juga: BPOM targetkan fasilitasi 1.100 NIE di NTB guna dorong UMKM naik kelas

Baca juga: Pertamina dukung pemberdayaan UMKM Lombok Sumbawa Festival

Baca juga: Kunjungan Putri Mahkota Swedia momen kenalkan produk UMKM NTB ke Eropa

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nur Imansyah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira