Makassar (ANTARA) - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, menegaskan pentingnya pelindungan Leang Bulu Sipong 4 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, melalui percepatan proses penetapannya sebagai Cagar Budaya Nasional.

Fadli Zon dalam keterangannya di Makassar, Kamis, menyampaikan gambar cadas di Leang Bulu Sipong 4 menunjukkan kemampuan nenek moyang dalam merekam kehidupan mereka melalui ekspresi visual.

Selain menggambarkan kehidupan pada masa prasejarah, kata dia, situs ini juga memperlihatkan pentingnya kawasan karst Sulawesi Selatan dalam memahami perkembangan kebudayaan manusia.

“Leang Bulu Sipong 4 merupakan bukti peradaban tua Nusantara yang harus kita jaga bersama. Situs ini memiliki gambar cadas berusia sekitar 48.000 tahun yang memperlihatkan bagaimana nenek moyang kita mengenal perburuan dan merekam kehidupan mereka melalui gambar," ujarnya.

"Kita berharap situs ini dapat segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional agar pelindungannya semakin kuat,” ucap Menbud Fadli Zon saat meninjau langsung Leang Bulu Sipong 4 Pangkep.

Baca juga: Menbud dorong perguruan tinggi perkuat pelestarian warisan budaya

Menurut Menbud, pelindungan situs perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kondisi gambar cadas dan lingkungan di sekitarnya.

Perubahan suhu, kelembapan, serta pengelupasan pada permukaan dinding gua menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui pemantauan dan upaya konservasi yang terukur.

“Pelestarian situs ini membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, pengelola kawasan, maupun para ahli yang melakukan pemantauan,"ujarnya.

"Kita perlu memastikan kondisi gambar cadas tetap terjaga karena kerusakan yang terjadi dapat menghilangkan informasi penting tentang kehidupan manusia pada masa lampau. Komitmen pelindungan ini harus menjadi tanggung jawab bersama,”tambah Menbud.

Baca juga: Terinspirasi Louvre, Menbud bidik museum jadi penggerak ekonomi budaya

Leang Bulu Sipong 4 merupakan situs gambar cadas prasejarah yang berada di kawasan karst Pangkep, Sulawesi Selatan. Berdasarkan penelitian terbaru, situs ini diperkirakan berusia sekitar 48.000 tahun dan memiliki 365 gambar cadas yang tercatat.

Gambar-gambar tersebut dibuat melalui teknik sembur dan lukis, dengan atribut berupa cap tangan, figur babi kutil, figur anoa, serta figur antropomorfik dan therianthrope, yaitu figur yang memadukan karakteristik manusia dan hewan.

Nilai penting Leang Bulu Sipong 4 juga terletak pada penggambaran adegan perburuan yang memperlihatkan hubungan manusia dengan lingkungan dan satwa pada masa prasejarah. Penelitian terhadap situs ini menggunakan pendekatan pertanggalan uranium-series dengan teknik laser ablation, yang membantu peneliti memperkirakan usia gambar cadas secara lebih terperinci.

Temuan tersebut memperkuat posisi Sulawesi sebagai salah satu kawasan penting dalam penelitian seni cadas awal manusia.

Menurut dia, keberadaan gambar cadas yang rentan mengalami perubahan dan kerusakan membuat pemantauan kondisi situs menjadi bagian penting dari upaya pelestarian.

Baca juga: Menbud pastikan pemugaran yasti Borobudur sesuai kaidah konservasi

Baca juga: Menbud resmikan Galeri Prajnaparamita, hadirkan "Mona Lisa dari Jawa"

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Abdul Kadir

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira