Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil pertemuan dengan para tokoh agama dunia dalam forum internasional di Assisi, Italia.

Nasaruddin Umar mengatakan sejumlah perwakilan negara menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Masjid Istiqlal, di antaranya berasal dari Inggris, Australia, dan Pakistan.

“Mereka ingin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Istiqlal, terutama di Inggris, ya, kemarin Inggris, Australia, dan Pakistan,” ujar Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Selain mendapat respons positif atas gagasan diplomasi keagamaan yang digulirkan Indonesia, kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah negara dan perguruan tinggi di Italia serta Vatikan.

Menurutnya, ketertarikan tersebut menunjukkan pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman dan menjaga kehidupan beragama yang moderat semakin mendapat perhatian masyarakat internasional.

“Pokoknya Indonesia itu sekarang jadi model, ya, terutama moderasi beragama kita,” kata dia.

Baca juga: Pidato di Assisi, Menag tekankan pentingnya aksi nyata kemanusiaan

Selain peluang kerja sama antarlembaga, Menag menyebut dua universitas di Italia dan Vatikan juga menyampaikan ketertarikan untuk membangun kolaborasi dengan Indonesia. Kedua perguruan tinggi tersebut ingin mempelajari pengalaman Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ada dua universitas di Italia dan Vatikan itu mengajak kita kerja sama,” katanya.

Salah satu universitas tersebut yaitu PISAI (Pontificio Istituto di Studi Arabi e d'Islamistica) atau Institut Kepausan untuk Studi Arab dan Islam) binaan Tahta Suci Vatikan.

Menag menilai kerja sama tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. Indonesia memiliki pengalaman dalam mengelola kemajemukan masyarakat, sementara Vatikan menyimpan kekayaan literatur dan tradisi keilmuan yang dapat menjadi sumber pembelajaran.

“Mereka berkepentingan untuk belajar ke Indonesia. Kita pun juga, saya kira, perlu belajar di Vatikan,” kata dia.

Dalam kunjungan tersebut, Menag juga berkesempatan mengunjungi perpustakaan di Vatikan. Ia mengaku menemukan banyak koleksi literatur Islam, termasuk sejumlah kitab yang jarang dijumpainya di Indonesia maupun negara-negara Timur Tengah.

Baca juga: Menag hadiri pertemuan internasional untuk perdamaian di Vatikan

Pengalaman tersebut, menurut Menag, memperlihatkan pentingnya pertukaran pengetahuan dan dialog antartradisi keagamaan.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asep Firmansyah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira