Jakarta (ANTARA) - Madura United mengukir rekor sebagai tim yang paling sulit dijebak offside hingga kompetisi BRI Super League 2026/27 memasuki pekan kedelapan.
Dikutip dari laman resmi I.League, Senin, Lulinha dan kawan-kawan baru empat kali masuk perangkap offside, jumlah terendah dibanding 17 kontestan lainnya. Sementara itu, Java United menjadi tim dengan offside terbanyak, total 18 kali.
Pencapaian ini membuat Madura United beberapa kali sering mendapatkan peluang satu lawan satu dengan kiper lawan, bahkan sejumlah peluang tersebut berbuah gol seperti Dimitar Mitkov ke gawang Persijap Jepara dan Danilo Santacruz ke PSS Sleman.
Pelatih Kepala Madura United Jose Gomes mengatakan pencapaian tersebut merupakan bagian dari pemain yang dapat menjalankan game plan sesuai rencana dari hasil kerja keras dalam latihan.
"Kami juga latihan terkait itu. Tapi juga ada kecerdasan pemain dan timing tentunya antara pemain melepaskan umpan dengan pergerakan pemain lain untuk eksploitasi pertahanan kosong lawan," kata Gomes.
Baca juga: Kalah dari Garudayaksa, Huistra akui lini pertahanan PSS bermasalah
Pelatih asal Portugal ini kemudian berharap Madura United bisa konsisten menjalankan game plan dengan baik dan mendapatkan hasil positif setiap pertandingan.
Adapun pada laga berikutnya, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini akan menjamu Arema FC pada Jumat (6/11) pukul 19.00 WIB.
Hingga pekan kedelapan Super League, Madura United menghuni peringkat kelima klasemen sementara dengan 16 poin, mengoleksi poin yang sama dengan Persib Bandung di peringkat keempat dan Bali United di peringkat ketiga.
Persija Jakarta menjadi tim yang masih menguasai puncak klasemen dengan koleksi 18 poin, meski pada laga terakhirnya dikalahkan Dewa United Banten FC.
Kekalahan itu membuat klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut ditempel ketat Dewa United di peringkat kedua dengan hanya selisih satu poin.
Baca juga: Savio Sheva persembahkan gol indahnya untuk masyarakat Yogyakarta
Baca juga: Pelatih Borneo soroti inkonsistensi timnya setelah dikalahkan PSIM
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Zaro Ezza Syachniar
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira