Moskow (ANTARA) - Presiden Brasil terpilih kembali Luiz Inacio Lula da Silva menyebut kepergian kandidat presiden Flavio Bolsonaro ke Amerika Serikat (AS) sebagai tindakan memalukan dan tidak menghormati para pemilih.
"Saya bertanya-tanya apa yang ada dalam hati nurani seseorang yang baru saja kalah dalam pemilu dan melarikan diri dari negaranya sendiri. Jika Anda tidak menyembunyikan apa pun, Anda tidak perlu takut," kata Lula, seperti dikutip CNN Brasil.
"Seseorang yang diam-diam meninggalkan negara ini tentu memiliki sesuatu untuk disembunyikan. Tidak perlu mengeklaim bahwa tidak ada demokrasi di sini," lanjutnya.
Lula juga menuduh keluarga Bolsonaro memperlakukan Brasil sebagai tanah air kedua, dengan loyalitas kepada AS dianggap lebih utama oleh keluarga tersebut.
Pada Senin, pengadilan Brasil memerintahkan Flavio Bolsonaro, putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, menyerahkan paspornya sebagai bagian dari penyelidikan kasus pencucian uang.
Flavio Bolsonaro membantah tuduhan tersebut. Kepergiannya ke AS menjadi sorotan setelah putaran kedua pemilihan presiden Brasil digelar pada 25 Oktober.
Lula da Silva memenangi pemilu dengan memperoleh 51,79 persen suara, sedangkan Bolsonaro sebagai lawannya meraih 48,21 persen suara.
CNN Brasil melaporkan Flavio Bolsonaro telah tiba di AS bersama keluarganya. Kepergiannya terjadi setelah Lula da Silva memenangkan pemilu presiden Brasil.
Perwakilan Gedung Putih mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Departemen Luar Negeri AS akan menerbitkan visa bagi Bolsonaro dan anggota keluarganya sehingga mereka dapat memasuki AS.
Sumber: Sputnik
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Yoanita Hastryka Djohan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira