Pengembangan motor listrik nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kesiapan ekosistem yang mendukungnya.
Bandung (ANTARA) - PT Len Industri (Persero) secara resmi mengikat kerja sama strategis bersama lima mitra strategis dari sektor pembiayaan, industri komponen, kelistrikan, hingga energi, dalam tiga perjanjian, guna mengakselerasi dan memperkuat ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) terintegrasi.
Tiga kelompok kerja sama strategis tersebut mencakup pengembangan ekosistem pembiayaan bersama PT Mandiri Utama Finance; pengembangan komponen lokal bersama PT Pindad dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC); serta pengembangan jaringan pengisian dan penukaran baterai (swapping station) bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga.
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Len Industri Amalia Maya Fitri, di Bandung, Jawa Barat, Kamis, mengatakan langkah konsolidasi lintas BUMN dan swasta ini diproyeksikan untuk menghubungkan seluruh rantai pasok industri kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB) di dalam negeri, mulai dari ketersediaan baterai, manufaktur, kemudahan skema kredit, hingga keandalan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Amalia menegaskan bahwa kesuksesan penetrasi motor listrik di Indonesia tidak semata-mata bertumpu pada kesiapan produk kendaraan, melainkan pada kematangan ekosistem penunjang di lapangan.
"Pengembangan motor listrik nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Melalui kolaborasi ini, Len mendorong keterhubungan berbagai mitra agar pengembangan Molinas dapat berjalan secara terintegrasi dan memperkuat kapabilitas industri dalam negeri," ujar Amalia dalam keterangan PT Len.
Dalam peta jalan Molinas, PT Len Industri mengambil peran sentral sebagai koordinator pelaksanaan dan integrator ekosistem yang bertugas menyelaraskan peran teknis para mitra sesuai dengan kompetensi masing-masing.
PT Len menyebut penandatanganan tiga MoU tersebut menjadi pijakan resmi untuk masuk ke tahap pembahasan lanjutan mengenai rincian teknis, pemetaan kebutuhan, serta jadwal implementasi operasional sesuai kesiapan masing-masing instansi.
Len menegaskan bahwa Molinas dirancang sebagai ekosistem terbuka (open ecosystem), guna membuka ruang kolaborasi bagi lebih banyak pelaku industri lokal di sepanjang rantai nilai, mulai dari riset teknologi, rantai pasok komponen, jaringan distribusi, pembiayaan, hingga layanan purnajual.
"Kerja sama ini merupakan langkah awal. Kami mengundang lebih banyak mitra untuk tumbuh bersama dalam ekosistem MoLiNas, sehingga pengembangan motor listrik nasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan industri Indonesia," ujar Amalia.
Sinergi yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 hari kedua di Jakarta ini, kata Amalia, diharapkan mampu menaikkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memacu efisiensi energi nasional, serta mempercepat transisi mobilitas ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: Kemenko Perekonomian ungkap empat kriteria Motor Listrik Nasional
Baca juga: Indonesia dapat keuntungan berlapis bila produksi kendaraan nasional
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ricky Prayoga
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira