Beijing (ANTARA) - Laba perusahaan-perusahaan industri utama naik 15,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 6,03 triliun yuan (1 yuan = Rp2.716) selama periode Januari hingga September, mempertahankan pertumbuhan dua digit sejak awal tahun, menurut Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok.

Pada September saja, laba sektor industri naik 14,4 persen (yoy). Industri elektronik muncul sebagai pendorong utama pertumbuhan, dengan laba yang melonjak dua kali lipat dari tahun sebelumnya dan berkontribusi sebesar 9,6 poin persentase bagi kenaikan laba industri secara keseluruhan.

Sementara itu, laba di sektor manufaktur teknologi tinggi melonjak 52 persen (yoy), melampaui rata-rata industri secara keseluruhan sebesar 36,5 poin persentase, saat permintaan di bidang-bidang seperti daya komputasi kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pusat data terus meningkat.

Pada tiga kuartal pertama, sektor manufaktur teknologi tinggi menyumbang 25,5 persen dari total laba yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan industri utama Tiongkok, naik 6,2 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Seiring dengan terus majunya manufaktur kelas atas dan terbentuknya kekuatan produktif berkualitas baru dengan laju yang lebih cepat, sektor industri Tiongkok terus bergeser secara stabil menuju struktur yang lebih maju dan didorong oleh inovasi, papar Yu Weining, seorang ahli statistik dari NBS Tiongkok.

Data sebelumnya menunjukkan bahwa sektor industri Tiongkok terus memperoleh momentum pada tiga kuartal pertama 2026, dengan output industri bernilai tambah meningkat sebesar 5,3 persen (yoy).

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira