Sangatta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mendorong optimalisasi investasi pada sektor industri pengolahan dan energi di kawasan ekonomi khusus (KEK) Maloy.

“Sejumlah peluang investasi yang mulai dijajaki mencakup industri gasifikasi batu bara oleh perusahaan asal China serta rencana pengembangan produk baterai litium,” ucap Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Sangatta, Selasa.

Fokus investasi di bidang industri dan energi tersebut terfokus di KEK Maloy yang didukung penuh Pemkab Kutim.

Dia menyampaikan pengembangan kawasan tersebut mulai menunjukkan prospek positif dengan adanya dua perusahaan yang telah beroperasi dan tiga calon investor yang sedang mempersiapkan rencana investasi.

Menurutnya, ketertarikan investor tersebut perlu diikuti dengan kesiapan kawasan, baik dari sisi regulasi, infrastruktur maupun tata kelola pengelolaan, agar peluang investasi dapat direalisasikan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah mekanisme pemanfaatan lahan.

Pemkab Kutim telah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai skema penyewaan lahan sejak 2022, tetapi ketentuan tersebut dinilai perlu dievaluasi, khususnya terkait besaran tarif sewa.

“Sekarang perlu kita evaluasi kembali, terutama terkait nilai sewanya, agar skema yang diterapkan tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan investasi,” ujarnya.

Ia mengatakan kebijakan pemanfaatan lahan harus memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan iklim usaha yang kompetitif bagi perusahaan yang berminat mengembangkan kegiatan usaha di kawasan tersebut.

Selain regulasi, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian dari evaluasi. Dalam peninjauan kawasan, pemerintah daerah melihat kondisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan instalasi pengolahan air (IPA) yang secara umum dinilai cukup memadai.

Sementara itu, penanganan infrastruktur jalan berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sehingga diperlukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan konektivitas kawasan dapat terpenuhi.

Ardiansyah juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kinerja badan pengelola KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), termasuk kejelasan rencana bisnis sebagai pedoman pengembangan kawasan.

Ia berharap optimalisasi KEK Maloy dapat memperkuat peran kawasan tersebut sebagai pusat industri dan perdagangan di wilayah pesisir Kalimantan Timur.

“Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Kutim,” katanya.

Baca juga: Investasi senilai Rp30 miliar siap masuk ke KEK MBTK Kutai Timur

Baca juga: Kabupaten Kutim berkontribusi tertinggi dalam investasi PMA di Kaltim

Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Hafif Nikolas

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira