New York (ANTARA) - Sekitar 15,4 juta orang di Sudan membutuhkan tempat tinggal darurat dan perlengkapan rumah tangga pokok, akan tetapi bantuan kemanusiaan hanya menjangkau sekitar 10 persen dari mereka akibat krisis pendanaan.
Peringatan itu disampaikan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (6/11).
Menurut kedua lembaga tersebut, tiga perempat dari total pengungsi adalah perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, lebih dari 5,2 juta orang sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, mereka mendapati tempat tinggal yang sudah hancur atau dijarah, serta akses layanan dasar yang sangat terbatas.
Kedua lembaga tersebut juga menyebutkan bahwa Rencana Tanggap Kemanusiaan Sudan 2026 sejauh ini baru menerima 47 persen dari total kebutuhan pendanaan sebesar 2,9 miliar dolar AS (sekitar Rp52,51 triliun).
Sumber: SPA-OANA
Baca juga: Sudan klaim ada bukti pihak asing dukung RSF lawan tentara pemerintahโโโโโโโ
Baca juga: OCHA: 33,7 juta orang di Sudan membutuhkan bantuan kemanusiaan
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright ยฉ ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA ยท Asri Mayang Sari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- ๐ฎ๐ฉ ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira