Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi menyebut bahwa selama dua tahun kinerja KemenPPPA di bidang pemberdayaan, peran perempuan di sektor ekonomi dan pengambilan keputusan menunjukkan peningkatan.

"Kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki berhasil ditekan dari 21,89 persen pada 2024 menjadi 20,27 persen pada 2025," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: MenPPPA: Peran perempuan strategis dalam pemberdayaan masyarakat desa

Selain itu, persentase perempuan yang menduduki posisi manajerial pun meningkat dari 35,49 pada 2024 persen menjadi 36,68 persen pada 2026.

Arifah Fauzi mengatakan pihaknya turut mendorong perkembangan tersebut melalui kebijakan, kerja sama dan kegiatan pemberdayaan perempuan.

"Di Yogyakarta, misalnya, 102 perempuan mengikuti kegiatan penguatan usaha. Hasilnya, 10 pelaku usaha memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan terjalin kemitraan dengan tiga pembeli. Ini memang baru salah satu contoh kecil, tetapi pendekatannya yang penting. Kami meyakini pemberdayaan perempuan tidak cukup berhenti pada pelatihan, melainkan juga membutuhkan akses pasar dan kesempatan untuk memperoleh penghasilan," katanya.

Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo - Gibran, KemenPPPA terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, memperluas akses penanganan korban kekerasan, memenuhi hak anak, hingga menguatkan perlindungan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK).

Baca juga: Ketum PPP: Perempuan miliki posisi strategis topang ketahanan nasional

Baca juga: Hari Perempuan Perdesaan Dunia, peran perempuan di aksi iklim didorong

Komitmen ini menjadi kontribusi nyata KemenPPPA dalam mendukung Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menuju Indonesia Emas 2045.

"Dua tahun perjalanan ini mengingatkan kita bahwa dibalik setiap kebijakan, ada harapan perempuan untuk hidup mandiri dan impian anak untuk tumbuh tanpa rasa takut. Berbagai indikator strategis menunjukkan tren positif. Kesempatan perempuan dalam dunia kerja semakin terbuka, perkawinan anak dan pekerja anak menurun, dan layanan perlindungan korban kekerasan semakin luas," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan memperluas jangkauan layanan bagi perempuan dan anak Indonesia.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Anita Permata Dewi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira