Pekanbaru, (ANTARA) - Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Riau menjadikan Kota Pekanbaru sebagai salah satu lokasi percontohan pelayanan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (9/11) mendatang.

Kepala KPPG Riau Ranto mengatakan penunjukan Pekanbaru menjadi kesempatan bagi daerah untuk mendukung pengembangan inovasi pelayanan pemenuhan gizi di lingkungan pendidikan. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dalam menikmati makanan bergizi.

"Dalam waktu dekat, tepatnya hari Senin besok, BGN akan secara serentak melaksanakan piloting pelayanan pemberian makanan bergizi dengan konsep prasmanan. Untuk wilayah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru ditunjuk menjadi percontohan," katanya di Pekanbaru, Jumat.

Baca juga: BGN: Uji coba MBG prasmanan di Mataram tekan sisa makanan

Ia menjelaskan pelaksanaan tahap awal tersebut memiliki sasaran terbatas untuk menguji penerapan konsep pelayanan makan bergizi secara prasmanan. Peserta yang dilibatkan berasal dari dua kelas dengan jumlah penerima manfaat berkisar antara 50 hingga 70 siswa.

Adapun sekolah yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan piloting adalah Sekolah Dasar Islam Unggul Asy-Syakirin di Kota Pekanbaru. Pemilihan jenjang sekolah dasar diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

"Untuk percontohan ini target sasaran dibatasi untuk dua kelas penerima manfaat dengan jumlah siswa berkisar antara 50 hingga 70 orang. Lokasi terpilih, yaitu pada jenjang sekolah dasar, tepatnya di SD Islam Unggul Asy-Syakirin," katanya.

Ia mengatakan konsep prasmanan tidak hanya bertujuan pada penyediaan makanan bergizi, namun juga menghadirkan suasana makan bersama yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan sosial anak. Melalui interaksi antarsiswa, kegiatan makan diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan di sekolah.

Baca juga: Kepala BGN: MBG prasmanan bisa kurangi limbah makanan

Baca juga: MBG prasmanan diuji coba di 66 SPPG di 10 provinsi

Ia menilai kebiasaan makan bersama dapat memberikan pengaruh positif terhadap perilaku anak dalam memilih makanan. Siswa yang sebelumnya kurang menyukai sayuran atau cenderung memilih jenis makanan tertentu diharapkan lebih terbuka untuk mencoba menu bergizi ketika melihat teman-temannya menikmati hidangan yang sama.

"Kami berharap doa dari Bapak dan Ibu sekalian agar pelaksanaan piloting pada hari Senin lusa dapat berjalan lancar. Melalui konsep makan bersama ini, anak-anak dapat membangun komunikasi yang baik dan mendapatkan pengalaman sosial yang positif di sekolah," kata Ranto.

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Bayu Agustari Adha

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira