Jakarta (ANTARA) - Delegasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dijadwalkan mengikuti rangkaian pertemuan International Council of Women–Conseil International des Femmes (ICW–CIF) di London, Inggris, pada 2 - 5 November 2026 untuk membahas pemberdayaan ekonomi perempuan dan memperkuat persahabatan antar-organisasi perempuan.

"Kehadiran Kowani diarahkan untuk memperkuat persahabatan antar-organisasi perempuan, menjajaki kemitraan pemberdayaan ekonomi, serta mengembangkan kerja sama yang mendukung persiapan Satu Abad Kowani 1928–2028," kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, kehadiran Kowani juga berkaitan dengan peran pihaknya sebagai koordinator pada Status of Women Standing Committee ICW–CIF.

"Melalui forum internasional ini, Kowani membawa perhatian pada peningkatan kesempatan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, ketahanan keluarga, serta kaderisasi kepemimpinan lintas generasi," kata Nannie Hadi Tjahjanto.

Baca juga: Hari Perdamaian Internasional, Kowani perkuat peran perempuan

Menjelang pertemuan ICW, delegasi Kowani bertemu dengan Duta Besar RI untuk Britania Raya Desra Percaya, yang membahas peluang pengembangan usaha perempuan melalui UMKM, kerajinan, pariwisata, budaya, dan kuliner.

Nannie Hadi Tjahjanto menyoroti kreativitas perempuan Indonesia serta potensi bahan baku lokal, termasuk serat alam, untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mendukung perekonomian keluarga.

"Penjajakan diharapkan membuka akses terhadap informasi pasar, jejaring usaha, dan calon mitra. Tindak lanjutnya memerlukan kesiapan produk, peningkatan keterampilan, pendampingan, serta pembahasan yang terukur bersama pihak terkait," katanya.

Baca juga: Ketika perempuan Indonesia jadi pimpinan Dewan Perempuan Internasional

Konferensi yang digelar National Council of Women of Great Britain dan ICW pada 2 November di Kensington, London, mengagendakan pembahasan kecerdasan buatan, perdagangan berkeadilan, kesehatan perempuan, perubahan iklim, serta tantangan kesetaraan di ruang digital.

Bagi Kowani, isu-isu tersebut berhubungan dengan kebutuhan perempuan dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, akses terhadap kesempatan ekonomi, lingkungan yang aman, serta kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

"Pertemuan ini diharapkan menghasilkan hubungan kerja yang dapat diteruskan melalui pertukaran pengetahuan, pendampingan, dan penjajakan program bersama," kata Nannie Hadi Tjahjanto.

Baca juga: Ratusan perempuan dari berbagai negara bahas penghentian kekerasan

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Anita Permata Dewi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira