Jakarta (ANTARA) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas melalui pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang berlangsung mulai Senin ini hingga 8 November 2026.

Kepala Korlantas Polri Brigadir Jenderal Polisi Aries Syahbudin menegaskan bahwa keberhasilan operasi harus terlihat dari perubahan perilaku pengguna jalan.

"Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas," katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.

Aries mengatakan melalui operasi Patuh 2026, Korlantas Polri mendorong budaya berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, dan edukasi publik.

Pelaksanaan operasi tersebut mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif agar masyarakat memahami bahwa ketertiban berlalu lintas berkaitan langsung dengan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Dalam praktiknya, polisi lalu lintas (polantas) mengajak masyarakat untuk memulai mematuhi aturan berlalu lintas dalam aktivitas sehari-hari, seperti menggunakan helm dan sabuk keselamatan, mengikuti rambu, serta menghindari perilaku melawan arus.

Sementara itu, upaya penegakan hukum diarahkan untuk mencegah pelanggaran yang dapat memicu kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengutamakan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE), sosialisasi safety riding, dan teguran simpatik.

Melalui Operasi Patuh, polisi bersama masyarakat diharapkan dapat mengurangi perilaku berkendara yang membahayakan.

Korlantas Polri juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebiasaan tertib meskipun operasi telah berakhir karena keselamatan bersama membutuhkan kepedulian setiap pengguna jalan.

Baca juga: Polisi: Operasi Patuh Candi sasar pengendara merokok saat berkendara

Baca juga: Operasi Patuh Jaya oleh Polda Metro tekan angka pelanggaran-kecelakaan

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nadia Putri Rahmani

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira