Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong pemerintah Provinsi Lampung mengintegrasikan kebijakan industri, pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) guna meningkatkan ekonomi rakyat.
Peluang peningkatan ekonomi kerakyatan itu ia sampaikan dalam kegiatan reses di asal pemilihannya di Provinsi Lampung, Selasa.
Nunik sapaan akrab Chusnunia mengatakan Lampung memiliki produk-produk unggulan, mulai dari kopi, singkong, pisang. Berpotensi berkembang dengan mengintegrasikannya dengan pengembangan pariwisata dan pelaku UMKM.
“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bagaimana mengintegrasikan potensi-potensi yang ada di dalam satu rantai kebijakan yang integral dan tugas kami di pusat adalah bagaimana memperjuangkan potensi serta kebutuhan daerah tersebut,” katanya dalam keterangannya.
Salah satu contoh peluang itu, kata dia, yakni kopi Lampung yang sudah dikenal hingga mancanegara jika diintegrasikan dengan kebijakan hilirisasi dengan mendorong peningkatan kualitas kemasan dan branding yang memperluas potensi pasar hingga ekspor.
Demikian pula dengan singkong dan pisang Lampung yang dapat diversifikasi menjadi berbagai produk turunan selain keripik.
Potensi serupa juga berlaku untuk produk lokal dan kerajinan Lampung agar tidak hanya dijual sebagai barang mentah, atau cedera mata biasa, tapi dikemas dengan cerita budaya dan desain inovatif.
Menurutnya, integrasi membuat suatu wilayah wisata memiliki kekhasan seperti perpaduan kuliner lokal, fesyen, seni pertunjukan, dan kriya yang diproduksi oleh industri kreatif setempat.
“Potensi pariwisata yang dimiliki Lampung dapat menghubungkan produk-produk UMKM maupun ekonomi kreatif dengan pasar yang lebih luas. Dari situ bisa kita ukur bagaimana dampak integrasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap pendapatan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Mantan Wakil Gubernur Lampung itu menekankan, bagaimana ke depan potensi-potensi daerah yang ada harus mampu melahirkan industri yang kuat, menciptakan lapangan kerja dan memastikan masyarakat menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan yang integratif.
“Kunci dari itu semua adalah kebijakan yang integratif yang memastikan potensi-potensi tersebut tumbuh dan berkembang untuk peningkatan ekonomi masyarakat di daerah,lewat integrasi kebijakan industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi kunci utama dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Nunik.
Baca juga: DPR dorong kemudahan sertifikasi SNI bagi IKM
Baca juga: Komisi VII DPR ajak pemda optimalkan anjungan di TMII
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Laily Rahmawaty
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira