Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Leadership Award Amerta Nutrition 2026 atas kontribusinya dalam pembangunan gizi dan kesehatan masyarakat serta percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Jurnal Amerta Nutrition atas penganugerahan ANC 2026 Leadership Award ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar apresiasi kepada seorang pemimpin, melainkan amanah dan pengingat bahwa pembangunan gizi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa.

Penghargaan dari Jurnal Amerta Nutrition, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga tersebut merupakan bagian dari rangkaian 6th Amerta Nutrition Conference (ANC) 2026.

Salah satu capaian yang menjadi pertimbangan pemberian penghargaan ialah penurunan prevalensi stunting di Jawa Timur dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024.

Berdasarkan pertimbangan penyelenggara, capaian tersebut menempatkan Jawa Timur pada posisi kedua secara nasional dalam prevalensi stunting terendah.

Khofifah mengatakan capaian itu merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan mitra pembangunan.

Percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita hingga edukasi gizi keluarga.

Upaya tersebut diperkuat melalui konseling dari pintu ke pintu, pendampingan ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK), serta program Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting.

“Pesan saya, jangan sampai kita hanya mengejar penurunan angka, tetapi melupakan kualitas intervensi dan keberlanjutan hasilnya. Setiap anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, berkembang optimal, dan terbebas dari masalah gizi,” katanya.

Khofifah menyoroti pentingnya sinergi pemerintah daerah, TP PKK, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, pembangunan gizi perlu didukung kolaborasi lintas sektor, kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah, serta intervensi berkelanjutan sejak remaja, calon pengantin, kehamilan, hingga seribu hari pertama kehidupan.

Khofifah berharap Amerta Nutrition Conference terus mempertemukan akademisi, pengambil kebijakan, dan pelaksana program untuk menghasilkan solusi nyata bagi peningkatan status gizi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Willi Irawan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira