Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menargetkan masyarakat dapat menikmati internet tetap berkecepatan 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memprioritaskan perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga dalam rangka menyiapkan infrastruktur yang terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan digital masyarakat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan perluasan akses internet melalui jaringan fixed broadband menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menekan biaya layanan internet bagi masyarakat.
Baca juga: Nezar sebut internet murah bisa jadi mesin pertumbuhan ekonomi baru
Baca juga: Wamenkomdigi sebut Internet Rakyat solusi pemerataan akses digital
Menurutnya, pembangunan jaringan fiber optik perlu diperluas agar konektivitas berkecepatan tinggi tidak hanya tersedia di kawasan bisnis atau perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau rumah tangga.
“Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband. Kita perlu memperluas jaringan fiber optik agar bisa masuk ke rumah tangga sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga,” kata Nezar.
Nezar menjelaskan pemerintah berupaya mewujudkan layanan internet dengan kecepatan 100 Mbps yang dapat dinikmati masyarakat dengan biaya sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu.
Skema tersebut didorong agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar karena satu koneksi internet dapat digunakan oleh seluruh anggota keluarga untuk berbagai kebutuhan.
“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” jelasnya.
Perluasan fixed broadband juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.
Baca juga: Kemkomdigi rencanakan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada tahun ini
Ketersediaan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau dinilai penting untuk mendukung pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas, mulai dari kegiatan belajar, pekerjaan, pengembangan usaha, hingga akses terhadap berbagai layanan publik.
Nezar menegaskan penguatan infrastruktur konektivitas merupakan salah satu agenda utama pemerintah dalam menyiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi digital.
Selain memperluas jaringan fiber optik, pemerintah juga menargetkan peningkatan adopsi teknologi 5G dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
“Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen, dengan target mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Kemkomdigi berupaya memastikan infrastruktur digital nasional semakin inklusif melalui perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga dan peningkatan kualitas konektivitas seluler.
Dengan demikian, akses internet berkualitas dan terjangkau diharapkan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi keluarga Indonesia dalam ekonomi digital.
Baca juga: Kemkomdigi siapkan teknologi dorong konektivitas internet murah
Baca juga: Menkomdigi: 10,8 juta rumah dapat layanan internet murah pada 2030
Baca juga: APJII soroti biaya lelang 1.4 GHz agar tak ganggu misi internet murah
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Farhan Arda Nugraha
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira