Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Kementerian Pariwisata turut mendukung proses revalidasi geopark melalui pendampingan, peningkatan kapasitas pengelola, promosi, dan penguatan fasilitas di sejumlah kawasan.

“Dukungan tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Di Belitong, dukungan dilakukan melalui seminar dan lokakarya penguatan tata kelola, promosi pariwisata berkelanjutan, serta penyediaan 40 papan imbauan edukatif keselamatan di tiga geosite. Di Ijen, kementerian melakukan peninjauan pusat geologi dan membantu penyediaan bahan informasi bagi pengunjung dan asesor UNESCO.

Baca juga: Lima Geopark RI raih kartu hijau UNESCO, Bojonegoro lolos UGGp baru

Sementara itu, di Raja Ampat, dukungan diwujudkan melalui kegiatan Geotourism Festival and International Conference (GEOFEST) yang mencakup dialog budaya, lokakarya anyaman, pameran geofood, dan kunjungan ke sejumlah geosite.

Di Merangin Jambi, kementerian memfasilitasi pelatihan pemandu gunung bagi 50 peserta serta mendukung promosi kawasan. Adapun di Maros-Pangkep, kementerian menggelar bimbingan teknis peningkatan tata kelola amenitas dan aksesibilitas destinasi pariwisata serta meninjau kesiapan sejumlah geosite.

Kementerian Pariwisata juga memberikan pendampingan teknis dan administratif selama proses kunjungan lapangan revalidator UNESCO di Belitong dan Ijen, serta memantau tahapan pra-revalidasi dan revalidasi di Merangin Jambi.

Baca juga: Lima geopark Indonesia direkomendasikan peroleh "green card" UNESCO

Meski memperoleh kartu hijau, sejumlah geopark tetap menerima rekomendasi perbaikan. Ijen dan Merangin Jambi diminta meningkatkan fasilitas dan papan informasi serta memperkuat kerja sama dengan taman nasional.

Raja Ampat mendapat rekomendasi penguatan perlindungan dan fasilitas pengunjung di geosite utama, sinergi dengan Cagar Biosfer UNESCO, serta perluasan pendidikan geopark ke sekolah dasar.

Sementara itu, Maros-Pangkep menerima enam rekomendasi untuk empat tahun ke depan, antara lain perbaikan informasi pada situs web, penguatan tata kelola, dan pengembangan jalur geowisata bahari (marine geotrails).

Baca juga: Geopark Meratus jajaki wisata edukasi dan konservasi di Gua Batu Hapu

Widiyanti mengatakan keputusan Dewan UNESCO Global Geoparks selanjutnya akan diajukan kepada Dewan Eksekutif UNESCO untuk disahkan dalam sidang musim semi pada April 2027. Setelah pengesahan, UNESCO akan menggelar seremoni penyerahan sertifikat Green Card UGGp.

“Target kita adalah mempertahankan predikat kartu hijau sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap rekomendasi UNESCO harus ditindaklanjuti melalui aksi nyata dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Baca juga: Tim Asesor UGG: Banyuwangi tunjukkan kualitas pengelolaan Geopark Ijen

Baca juga: Dispora Kalsel bentuk pemuda pelopor bantu lestarikan Geopark Meratus

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira