Tangerang Raya adalah kawasan yang terus tumbuh secara ekonomi dan menjadi penyangga dari Jakarta. Kita tahu ini adalah sebuah kawasan yang bukan hanya terus bertambah populasinya, tapi selalu semakin tumbuh ekonominya

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) turut memperkuat konektivitas dan dukungan infrastruktur di wilayah Tangerang Raya, Banten, untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi di daerah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kabupaten Tangerang, Jumat, mengatakan bahwa konektivitas di wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, dinilai sangat krusial.

Di mana, langkah penguatan tersebut bisa memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong efisiensi sektor industri regional.

"Tangerang Raya adalah kawasan yang terus tumbuh secara ekonomi dan menjadi penyangga dari Jakarta. Kita tahu ini adalah sebuah kawasan yang bukan hanya terus bertambah populasinya, tapi selalu semakin tumbuh ekonominya," ujar Menko AHY di Kabupaten Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan dampak positif dari sebuah peningkatan konektivitas ini secara otomatis akan memangkas waktu tempuh mobilitas perjalanan, serta mendongkrak produktivitas secara keseluruhan.

"Tentu patut kita semua terus memikirkan agar mobilitas masyarakat di Banten, khususnya di Tangerang Raya ini semakin baik. Sehingga industrinya semakin tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan yang dapat dinikmati oleh masyarakat kita," kata dia.

Baca juga: AHY: Underpass Bitung bawa efek berantai bagi ekonomi Banten

Baca juga: Menko AHY: Progres pembangunan Underpass Bitung capai 70,7 persen

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni berharap pemerintah pusat melalui Kemenko IPK dapat segera menindaklanjuti dan menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) untuk konektivitas Tangerang Raya yakni dalam proyek transportasi berbasis rel rute Tomang-Balaraja.

Andra menyebut mobilitas warga Banten menuju Jakarta maupun sebaliknya kian tinggi seiring pesatnya pertambahan penduduk di kawasan penyangga ibu kota.

"Kami berharap feasibility study tentang MRT atau LRT jalur Tomang-Balaraja itu bisa segera selesai dan bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. Sebagai penyangga Kota Jakarta, pergerakan pertumbuhan penduduk saat ini sangat besar di Provinsi Banten, khususnya di Kota dan Kabupaten Tangerang," jelasnya.

Ia juga menerangkan, untuk perkembangan perencanaan proyek transportasi berbasis rel rute di Banten, saat ini masih dalam studi kelayakan. Sementara untuk rute pendukung lain, yakni konektivitas Lebak Bulus-Serpong, telah mendekati tahap akhir.

"Untuk feasibility study-nya sedang dilaksanakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Jakarta juga. Untuk yang Lebak Bulus-Serpong sudah hampir selesai, tinggal Lebak Bulus-Balaraja. Nanti itu semua pasti saya, Pak Bupati, Wali Kota, dengan Gubernur DKI akan terus berkolaborasi," pungkas dia.

Baca juga: Menko IPK: Pelindungan kawasan Pantura Jawa jaga pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Menko IPK: Ada 2.500 desa yang belum terhubung internet

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Azmi Syamsul Ma'arif

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira