Denpasar (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengucurkan sebesar Rp8,48 triliun dana transfer ke daerah (TKD) di Bali hingga triwulan III-2026 yang digunakan untuk mendongkrak sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Realisasi TKD sudah 84,36 persen dari total pagu 2026 sebesar Rp10 triliun,” kata Kepala Perwakilan Kemenkeu Bali Arinto Setyo Mulyawan di Denpasar, Senin.

Meski kucuran TKD di Bali sudah di atas 84 persen, namun pertumbuhannya negatif 8,31 persen dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp9,25 triliun.

Adapun pemanfaatan TKD hingga triwulan III-2026 terhadap layanan publik di Bali yaitu untuk membayar tunjangan profesi guru (TPG) kepada sekitar 32.408 guru di Pulau Dewata.

Baca juga: Dana TKD ke Sulsel tersalur Rp22,60 triliun per triwulan III 2026

Kemudian digunakan untuk 745.216 siswa di 3.026 sekolah yang menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS) reguler.

Kucuran TKD juga digunakan untuk bantuan operasional kesehatan di 120 puskesmas, penguatan infrastruktur di dua rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Jembrana dan Karangasem.

Selain itu, Arinto yang juga Kepala Kantor Wilayah Direktroat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali Nusa Tenggara itu menjelaskan kucuran TKD juga untuk membangun jalan di Klungkung sepanjang 10,5 kilometer dan sepanjang 3,7 kilometer di Kabupaten Bangli.

Sementara itu, dari lima komponen TKD, hanya dana alokasi khusus (DAK) non fisik yang tumbuh positif yaitu 23,82 persen secara tahunan mencapai Rp2,27 triliun.

Baca juga: BBMKG terbitkan peringatan dini siaga hujan lebat di Bali 2-4 November

Sedangkan empat lainnya mengalami kontraksi atau tumbuh negatif yaitu dana bagi hasil (DBH) mencapai Rp243,21 miliar atau turun sebesar 46 persen.

Kemudian dana alokasi umum (DAU) tersalurkan sebesar Rp5,72 triliun atau turun 3,98 persen, DAK fisik sebesar Rp26,63 miliar atau turun paling besar yaitu 74 73 persen.

Selain itu, dana desa tersalurkan sebanyak Rp214,9 miliar atau turun 67,50 persen secara tahunan.

Sementara itu, total pagu TKD di Bali pada 2026 mencapai Rp10 triliun atau lebih rendah dari pagu 2025 yang mencapai Rp12,1 triliun.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira