Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat mutu pendidikan vokasi lewat pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) yang diikuti oleh 1,4 juta murid jenjang pendidikan SMK guna memperoleh gambaran capaian pembelajaran yang lebih terukur.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin di Jakarta Pusat pada Selasa mengatakan pelaksanaan TKA pada jenjang SMK menjadi salah satu upaya untuk memetakan kemampuan akademik murid di tengah penguatan kompetensi kejuruan.

Hasil pemetaan ini, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi aspek pembelajaran yang telah berjalan baik serta bagian yang masih perlu diperkuat.

Tatang pun menyampaikan pelaksanaan TKA merupakan alat ukur untuk melihat capaian pembelajaran.

Khusus untuk SMK, ia mengatakan Kemendikdasmen telah menyediakan paket-paket soal baru yang disesuaikan dengan bidang keahlian yang ada di SMK.

“Ini adalah hal penting untuk memastikan bahwa capaian yang kita harapkan betul-betul bisa diukur. Selain itu, hasil dari TKA bisa menjadi masukan apa yang menjadi kekuatan murid di sekolah dan apa yang masih tertinggal serta harus dikuatkan. Selain jadi alat ukur, juga jadi feedback bagaimana pembelajaran ke depan bisa lebih baik dan fokus,” kata Tatang Muttaqin.

Melalui pemanfaatan hasil evaluasi yang tepat, pihaknya berharap sekolah dapat mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran serta menyusun langkah perbaikan yang relevan.

Dengan demikian, lanjut Tatang, peningkatan kualitas pendidikan vokasi dapat dilakukan berdasarkan informasi yang lebih terukur, tanpa mengabaikan karakteristik dan kebutuhan setiap satuan pendidikan.

Ia menyebutkan SMKN 2 Kota Depok, Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu SMK yang melaksanakan TKA pada gelombang pertama, dengan jumlah peserta sebanyak 440 murid.

Kepala SMKN 2 Depok Yudhiansyah mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak awal kepada murid dan orang tua mengenai pelaksanaan TKA.

Pendampingan juga telah dilakukan supaya murid bisa siap mengerjakan TKA 2026.

“Kita sudah mengoptimalkan mulai dari sarana prasarana. Hasil dari TKA tentu memiliki manfaat baik bagi murid sendiri maupun untuk sekolah. Bagi sekolah, nilai TKA bisa menjadi bahan evaluasi pembelajaran, sehingga kita bisa tahu apa saja yang perlu diperbaiki ke depan,” kata Yudhiansyah.

Bagi murid, pelaksanaan TKA menjadi kesempatan untuk mengenali kemampuan akademik sekaligus mengevaluasi kesiapan diri dalam mengikuti proses pembelajaran.

Salah satu murid kelas 12 SMKN 2 Depok Khansa Ghaisani Minhalina menuturkan bahwa persiapan menghadapi TKA sudah dilakukannya selama satu bulan.

Selama proses tersebut, Khansa merasa senang karena ternyata soal-soal yang diujikan tidak sesulit yang ia bayangkan.

Baginya, pelaksanaan TKA bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh potensi akademiknya sekaligus membantu dalam mempersiapkan diri memasuki jenjang perguruan tinggi.

“Sangat senang meskipun kami perlu berlari apalagi untuk mata pelajaran wajib seperti Matematika karena sebagaimana diketahui, kami banyak praktik dan ternyata soalnya tidak sesulit itu. Ini sangat berguna, apalagi buat saya yang dari awal memang berencana melanjutkan ke perguruan tinggi. Buat teman-teman yang belum ujian, tetap tenang, banyak baca materi, dan latihan karena ternyata TKA tidak sesulit itu,” kata Khansa.

Baca juga: Kemendikdasmen imbau sekolah periksa status tiap murid pendaftar TKA

Baca juga: Kemendikdasmen ingatkan pendaftaran TKA SMA buka hingga 27 September

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira