Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pangsa pasar produk kerajinan Indonesia di Kanada meningkat menjadi 3,1 persen pada 2027 dari posisi saat ini sekitar 2,1 persen.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan target tersebut didukung melalui kerja sama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada dalam proyek Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG).
"Kalau untuk yang ini, sekarang pasarnya misalnya 2,1 persen. Tahun depan kita targetkan 3,1 persen," ujar Fajarini dalam peluncuran proyek TRISEG di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa.
Puntodewi mengatakan peluang ekspansi masih terbuka lebar karena pangsa pasar produk kerajinan Indonesia di Kanada saat ini relatif kecil. Berdasarkan data 2023, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ke Kanada mencapai sekitar 26 juta dolar AS.
Berdasarkan analis TFO, kata Puntodewi, produk handicraft termasuk di dalamnya furnitur, dianggap memiliki daya saing yang cukup besar di Kanada.
"Dia (TFO) lihat kemampuan yang ada di Indonesia," katanya.
Berdasarkan data Kemendag 2025, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ke Kanada pada 2025 mencapai 8,41 juta dolar AS, meningkat 21,8 persen dibandingkan 2024.
Hingga Agustus 2026, ekspor produk tersebut mencapai 8,15 juta dolar AS atau tumbuh 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, nilai impor produk kerajinan Kanada pada 2025 mencapai 700,7 juta dolar AS. Dengan demikian, pangsa pasar produk Indonesia baru sekitar 1,2 persen.
Baca juga: HIMKI pacu pasar kerajinan lewat satgas hingga "market intelligence"
Baca juga: Dekranasda Jakut bantu perajin tingkatkan kualitas produk lewat kurasi
Baca juga: HIMKI: TEI jadi penggerak menuju ekspor kerajinan 6 miliar dolar AS
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Maria Cicilia Galuh Prayudhia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira